Kendaraan roda enam (R6) diduga kehilangan tenaga saat menanjak hingga bergerak mundur dan menghantam mobil hitam yang berada di belakangnya.
Insiden sekitar pukul 08.30 WITA itu mengakibatkan bagian depan kanan mobil mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa, tetapi arus lalu lintas di kedua arah sempat terhenti akibat proses penanganan kecelakaan.
Seorang pengendara yang melintas, Rudi mengaku mendengar suara benturan keras sebelum mengetahui adanya kecelakaan di jalan tersebut.
"Saya kebetulan lewat, lalu terdengar suara benturan keras. Setelah saya lihat, ternyata truk menabrak mobil yang ada di belakangnya," ungkap Rudi.
Berdasarkan keterangan Anto, truk tersebut mengangkut semen dari kawasan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, yang akan dibongkar di kawasan Cempaka.
Menurutnya, truk mulai kesulitan ketika menghadapi tanjakan. Pengemudi sempat mengaktifkan lampu hazard untuk memberi peringatan kepada kendaraan lain yang berada di belakangnya.
"Truk mau nanjak cuma dia enggak kuat. Dia sudah pasang lampu hazard untuk hati-hati. Nah, mobil yang hitam ini ada di belakangnya, cuma jaraknya enggak terlalu jauh," jelas Anto.
Ketika truk kehilangan tenaga dan bergerak mundur, pengemudi mobil hitam berusaha menyelamatkan kendaraannya dengan mengambil jalur ke kiri. Namun, jarak yang terbatas membuat mobil tersebut tetap terkena benturan dari bagian belakang truk.
Benturan itu menyebabkan mobil terdorong mundur sekitar lima hingga sepuluh meter dari posisi semula.
Anto memastikan kedua pengemudi selamat meski mobil mengalami kerusakan cukup terlihat pada bagian depan sebelah kanan.
"Untuk kondisi sopir, alhamdulillah selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Yang rusak bagian sisi depan sebelah kanan mobil," tuturnya.
Petugas Satlantas Polresta Samarinda mendatangi lokasi untuk menangani kecelakaan sekaligus mengatur arus kendaraan. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam hingga kedua kendaraan berhasil dipindahkan.
Setelah evakuasi selesai, arus lalu lintas di Jalan KS Tubun kembali normal. Polisi selanjutnya menangani insiden tersebut untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Editor: Aspian Nur