Berbagai langkah pengawasan diterapkan secara berlapis, mulai dari pemeriksaan manual hingga pemanfaatan teknologi modern di area Pintu Pengaman Utama (P2U).
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, mengatakan pengawasan ketat menjadi bagian dari komitmen institusinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Seluruh orang maupun barang yang memasuki kawasan steril wajib menjalani proses pemeriksaan sesuai standar operasional yang berlaku.
“Setiap orang yang masuk, baik petugas, pengunjung maupun barang bawaan, harus melalui tahapan pemeriksaan. Ini merupakan langkah preventif untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam lapas,” ujar Puang Dirham, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, petugas yang berjaga di area P2U melakukan penggeledahan badan dan pemeriksaan barang bawaan secara menyeluruh. Proses tersebut dilakukan dengan teliti untuk mendeteksi kemungkinan adanya upaya penyelundupan barang yang dapat mengganggu keamanan lapas.
Tak hanya itu, aturan khusus juga diberlakukan bagi barang titipan yang dibawa pengunjung. Makanan atau barang yang diperbolehkan masuk harus dikemas menggunakan plastik transparan dengan batas berat tertentu agar memudahkan proses pemeriksaan oleh petugas.
Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Lapas Narkotika Samarinda juga mengoptimalkan penggunaan sejumlah perangkat keamanan. Metal detector ditempatkan di titik pemeriksaan guna mendeteksi benda berbahan logam yang berpotensi membahayakan keamanan.
“CCTV kami tempatkan di titik-titik yang dianggap rawan dan seluruhnya dipantau secara berkelanjutan selama 24 jam. Dengan sistem ini, setiap aktivitas di lingkungan lapas dapat terawasi dengan lebih optimal,” katanya.
Selain pengawasan fisik, pihak lapas juga menerapkan inovasi berbasis digital melalui penggunaan sistem QR Code untuk mengontrol penggunaan alat komunikasi milik petugas.
“Sistem QR Code ini kami manfaatkan untuk mendata ponsel milik petugas. Melalui sistem ini, kami dapat memastikan bahwa hanya petugas yang berwenang yang membawa ponsel ke dalam, sekaligus sebagai langkah deteksi dini mencegah penyelundupan HP ilegal,” tegasnya.
Dirham menambahkan, penerapan SOP yang ketat dengan menggabungkan pemeriksaan manual, metal detector, CCTV, dan sistem QR Code menjadi strategi penting dalam menutup celah masuknya barang terlarang ke lingkungan lapas.
“Keamanan merupakan prioritas utama. Karena itu, seluruh jajaran kami terus memperkuat pengawasan agar Lapas Narkotika Samarinda tetap steril dari peredaran barang terlarang dan kondusif bagi pelaksanaan pembinaan warga binaan,” pungkasnya.
Editor: Erwin