Dalam rilis pengungkapan yang digelar di Mapolda Kaltim Selasa (26/5/2026) sore kemarin, polisi membeberkan penangkapan dua kurir lintas negara dari jaringan terpisah yakni S, seorang wanita asal Malaysia dan WF, pria berkewarganegaraan Belanda.
Dari tangan keduanya, petugas menyita sabu seberat satu kilogram lebih dan 1.190 butir ekstasi varian baru asal Jerman.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menjelaskan, keberhasilan ini berkat pertukaran informasi dini dengan Bea Cukai yang langsung ditindaklanjuti lewat metode penyerahan dibawah pengawasan (controlled delivery).
Pada kasus pertama petugas sudah mengendus pergerakan tersangka S yang terbang langsung dari Johor, Malaysia. Begitu mendarat di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, wanita tersebut langsung diamankan.
"Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sabu yang dililitkan menggunakan kain kemben di tubuhnya. Sabu tersebut dibagi dalam dua bungkus plastik, masing-masing seberat 500 gram lebih dan 409 gram lebih, dengan total keseluruhan satu kilogram lebih," kata Romylus.
Sementara untuk kasus kedua, petugas gabungan melacak pengiriman paket mencurigakan lewat jasa ekspedisi dari Jerman yang ditujukan kepada WF. Dalam proses penangkapan di rumah tujuan, polisi juga mengamankan seorang wanita berinisial A yang merupakan anak angkat pelaku.
Saat dilakukan pembongkaran, paket kotak tersebut berisi barang keperluan sehari-hari seperti sampo, deodoran, hingga makanan ringan. Namun petugas jeli melihat kejanggalan pada satu barang bawaan.
"Ada sebungkus kopi di dalamnya setelah kami buka ternyata berisi seribu lebih butir ekstasi. Berdasarkan pemeriksaan uji konfirmasi melalui Labfor (Laboratorium Forensik), kandungan ekstasi jenis baru berbentuk menyerupai logo Rolex ini 54 persen lebih kuat daripada ekstasi yang biasa beredar di Kalimantan," paparnya.
Temuan ekstasi dengan bentuk dan kekuatan seperti ini merupakan yang pertama kalinya atau perdana di wilayah Kaltim. Pihak kepolisian menduga kuat ribuan butir ekstasi ini rencananya akan diracik ulang oleh pelaku di tempat lain sebelum diedarkan.
" Kasus ini sudah dikoordinasikan dengan Kedubes Belanda, Jerman, NCB Interpol, hingga Bareskrim Polri untuk mengejar lokasi peracikan yang masih dalam pengejaran intensif," pungkas Romulus.
Editor: Aspian Nur