Tiga anak kecil yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri setelah meminta pertolongan warga sekitar.
Rumah tersebut diketahui milik Fitriyani. Saat kejadian, ia sedang berada di kawasan Sungai Kunjang dan meninggalkan tiga anaknya di rumah. Fitriyani mengaku baru mengetahui rumahnya terbakar setelah mendapat kabar dari tetangga.
“Saya lagi tidak di rumah, lagi di Sungai Kunjang. Saya baru tahu dari tetangga setelah rumah sudah habis terbakar,” ukata Fitriyani kepada Korankaltim.com
Anak sulungnya yang berusia enam tahun pertama kali melihat api muncul dari dalam rumah dan langsung berlari keluar untuk meminta bantuan warga di sekitar lokasi.
Dua adiknya yang masih berusia empat tahun dan dua tahun juga berhasil keluar dengan selamat.
“Yang mengetahui api itu kakaknya yang umur enam tahun. Dia lari minta tolong ke tetangga depan, kanan, kiri. Alhamdulillah semuanya selamat,” ujar Fitriyani lagi.
Ia menduga api berasal dari kamar tidur yang hangus terbakar, sementara dapur dan kompor dalam kondisi aman. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
“Tadi saya masuk lihat kamar memang habis terbakar. Kayanya dari korsleting listrik, dari kabel,” ucapnya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh isi rumah tidak sempat diselamatkan. Dokumen penting seperti ijazah anak dan surat-surat berharga ikut hangus terbakar.
Sementara itu, Kasi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Samarinda Wisnu mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 08.20 WITA. Dua unit pemadam dari Posko 10 diterjunkan ke lokasi dan dibantu relawan PMK.
“Informasi sementara di lapangan, dugaan penyebab kebakaran berasal dari konsleting listrik,” kata Wisnu.
Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Meski sempat terkendala minimnya sumber air, proses pemadaman berjalan lancar berkat bantuan relawan dan PMK.
Editor Aspian Nur