Pria berusia 54 tahun yang kesehariannya berprofesi sebagai penambang pasir ditemukan tidak jauh dari lokasi dirinya hilang saat hendak mencuci pakaian.
Pihak keluarga yang berada di lokasi kejadian memastikan identitas jasad tersebut adalah Johan sementara petugas Rescue Gubang Karet Odi Wira Putra menjelaskan, pencarian sempat menemui kendala di lapangan akibat arus permukaan Sungai Mahakam yang sangat deras. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Johansyah diketahui tidak bisa berenang.
Saat ini jasad Johan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Investigasi mendalam terkait dugaan riwayat penyakit medis almarhum yang masih dikoordinasikan oleh pihak terkait bersama keluarga.
Diberitakan sebelumnya, pada Kamis (14/5/2026) petang sekitar pukul 18.00 WITA usai pulang kerja, Johansyah pamit ke tepi Sungai Mahakam untuk mencuci pakaian. Namun hingga tidak kunjung kembali ke pondoknya. Teman Johan yang melakukan pengecekan hanya menemukan pakaian dan sepasang sandal tergeletak di pinggir lokasi pencucian.
Kecurigaan menguat karena barang-barang berharga pria itu masih utuh di pondok sehingga dipastikan korban tidak meninggalkan lokasi lewat jalur darat.
Laporan kehilangan diterima tim penyelamat pada Jumat (15/5/2026). Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Damkar, Rescue 212 Samarinda Seberang, Rescue MSJ, dan relawan Kukar langsung mendirikan Posko Evakuasi Utama di penyeberangan feri Loa Kulu. Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan air menggunakan dua perahu karet hingga radius 1,5 kilometer.
Editor: Aspian Nur