Korban yang diketahui merupakan warga Samarinda Seberang itu meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Kapolsek Palaran Kompol Iswanto mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan penjaga malam atau wakar di lokasi sudah dalam kondisi siaga sebelum korban bersama dua rekannya datang ke area galangan kapal.
Menurutnya, kewaspadaan para penjaga meningkat karena lokasi tersebut sebelumnya beberapa kali mengalami kehilangan barang meski belum pernah dilaporkan secara resmi ke polisi.
“Di sana sebelumnya sudah dua kali terjadi pencurian, meskipun belum ada laporan resmi dan belum diketahui siapa pelakunya,” ujar Iswanto kepada Korankaltim.com, Selasa (12/5/2026).
Karena alasan itu, salah satu wakar berinisial AA disebut membawa parang saat berjaga malam. Polisi memastikan senjata tajam yang digunakan dalam insiden tersebut merupakan milik penjaga malam, bukan milik korban.
“Wakar ini memang sudah siap dengan membawa parang lebih dulu. Jadi bukan merebut senjata milik korban lalu dipakai menyerang,” jelasnya.
Peristiwa bermula ketika BA bersama dua rekannya datang menggunakan perahu kecil dan merapat di bibir pantai sekitar galangan kapal. Ketiganya kemudian dipergoki para penjaga malam yang sedang berjaga.
Saat diketahui keberadaannya, korban dan rekannya disebut berusaha melarikan diri. Namun BA dikejar hingga ke tepi pantai sebelum akhirnya terkena sabetan parang.
“Korban ini sempat lari ke arah bawah dekat bibir pantai. Di situlah terjadi penyabetan menggunakan parang,” katanya.
Polisi menegaskan hingga kini belum ditemukan bukti korban dan dua rekannya telah melakukan aksi pencurian. Sementara AA masih menjalani pemeriksaan dan dijerat pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Editor: Erwin