Persoalan diluar lapangan menyeruak. Ditengah antusiasme ribuan suporter yang memadati stadion yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa itu, aparat kepolisian mengungkap dugaan peredaran tiket palsu yang merugikan sejumlah penonton.
Ada lima orang diamankan petugas kepolisian dan dibawa ke Mapolsek Samarinda Kota untuk menjalani pemeriksaan karena diduga terlibat dalam penjualan tiket tidak resmi menjelang pertandingan berlangsung.
Kasus tersebut terungkap setelah beberapa penonton gagal memasuki stadion meski telah mengenakan gelang tiket pertandingan. Saat barcode dipindai di pintu masuk, data tiket tidak terdaftar dalam sistem resmi panitia sehingga para penonton ditolak masuk.
Rudy, seorang penonton yang tertipu tiket palsu mengaku kecewa setelah dirinya bersama keluarga tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan yang sudah lama dinantikan. Rudy mengaku membeli lima lembar tiket dari seseorang melalui transaksi langsung dengan harga Rp150 Ribu per tiket.
“Kami yakin tiketnya asli karena ada gelangnya. Tapi pas dicek ternyata tidak terbaca di sistem,” ungkap Rudy.
Anak-anaknya kata Rudy sudah sangat antusias ingin menonton duel klasik tersebut namun harapan itu pupus setelah tiket yang mereka beli diduga palsu. “Kami datang lebih awal, tapi akhirnya gagal masuk stadion,” ucapnya dengan nada sedih.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setiawan mengakui adanya pengamanan terhadap beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Benar ada beberapa orang yang kami amankan untuk dimintai keterangan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Agus.
Polisi kini masih mendalami asal-usul tiket serta kemungkinan adanya jaringan penjualan tiket ilegal. Masyarakat juga diimbau membeli tiket pertandingan melalui jalur resmi agar terhindar dari penipuan serupa.
Editor: Aspian Nur