Kegiatan ini melibatkan pengawasan ketat dari Aparat Penegak Hukum (APH) Polres, Kodim 0906, Kesatuan Badan dan Politik (Kesbangpol) Kukar, akademisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dayak Kenyah Kalimantan Timur (Kaltim). Tidak hanya warga binaan, seluruh petugas pun tak luput dari pemeriksaan guna memastikan tidak ada orang dalam yang bermain mata dengan barang haram.
Kepala Seksi Administrasi dan Keamanan Lapas Kelas IIA Tenggarong Andi Hasnaeni mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan kepada 66 petugas dan 306 warga binaan. Ketegangan sempat menyelimuti proses pemeriksaan, namun suasana berubah lega saat hasil tes keluar. "Hasilnya tidak satu pun ditemukan indikasi positif narkotika. Kami ingin petugas harus bersih kemudian menjadi teladan bagi kepatuhan warga binaan," kata Andi.
Dalam penggeledahan kamar hunian, petugas yang menyisir setiap sudut ruangan dan blok-blok hunian dipastikan steril dari benda-benda yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Andi mengapresiasi khusus atas dukungan fasilitas alat tes urine dari Kesbangpol (Kes Pampol) serta koordinasi yang solid dari berbagai pihak. "Di Kukar ini, sinergi yang dibangun Alhamdulillah sudah berjalan baik. Kami harap dukungan seperti ini terus berlanjut demi menjaga martabat pemasyarakatan," sebut Andi lagi.
Meski aksi kali ini dilakukan secara masif, pemeriksaan urine sebenarnya telah menjadi agenda rutin bulanan di Lapas Perempuan Tenggarong. Jika biasanya dilakukan secara acak (sampling) karena keterbatasan alat, kali ini atas arahan pimpinan dan kebutuhan situasi, tes dilakukan secara menyeluruh tanpa terkecuali. Langkah ini menjadi sinyal kuat Lapas untuk tidak main-main dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bermartabat di wilayah Kukar.
Editor: Aspian Nur