Seorang pelaku yang belum diketahui identitasnya diduga mencoba mencuri meteran air di salah satu rumah warga. Namun, aksinya gagal setelah pemilik rumah terbangun akibat mendengar suara mencurigakan dari bagian depan rumah.
Meski pelaku berhasil melarikan diri tanpa membawa hasil, pipa yang terhubung dengan meteran air ditemukan dalam kondisi rusak dan patah akibat upaya pencabutan paksa. Kerusakan tersebut merugikan pelanggan karena distribusi air terhenti dan biaya perbaikan harus ditanggung pemilik rumah.
Kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Sejak awal 2026, kasus pencurian meteran air telah terjadi berulang, di antaranya pada 25 Januari serta 23 dan 28 April. Modus yang digunakan pelaku umumnya sama, yakni melepas meteran yang terpasang di luar rumah saat situasi sepi.
Dalam beberapa kasus, pelaku yang gagal membawa kabur meteran justru merusak pipa sambungan PDAM sebelum melarikan diri. Akibatnya, air meluber dan warga harus menanggung kerugian tambahan serta terganggunya pasokan air bersih.
Menanggapi kejadian tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengimbau pelanggan yang kehilangan meteran air agar segera melaporkannya ke kantor cabang di wilayah masing-masing.
“Untuk warga yang kehilangan meteran segera dilaporkan, supaya kami bisa segera mengatasi itu dengan pemasangan meteran baru dan air itu tidak terbuang sia-sia,” kata Suparno, Jumat (1/5/2026).
Suparno menegaskan, jika terbukti mengambil meteran air, maka Perumda Tirta Mahakam akan menindak tegas, sehingga oknum jera. “Ini sering terjadi, dalam sebulan bisa lima kali kejadian kehilangan meteran,” ungkapnya.
Dalam hal ini, pengawasan meteran air juga harus dilakukan bersama-sama. Pihaknya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti memasang pengaman seperti membuat kotak pelindung dari besi atau semen. Kemudian, memastikan area sekitar meteran air terang saat malam hari.
Ditekankannya, pelanggan diminta segera melaporkan ke pihak kepolisian atau ketua RT setempat jika melihat oknum mencurigakan yang berkeliaran pada jam-jam rawan.
Pihak PDAM juga mengingatkan pencurian alat ukur ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga merusak instalasi distribusi air bersih secara umum.
Warga Muara Badak diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama bagi mereka yang posisi meteran airnya berada di area terbuka atau mudah dijangkau dari pinggir jalan.
Editor: Erwin