Seorang pria bernama Ramli (56) menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal di dalam rumahnya sendiri sekitar pukul 20.15 Wita. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar lantaran terjadi saat korban tengah beristirahat bersama istrinya, Ida (49).
Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian bermula ketika korban dan istrinya mendengar suara mencurigakan dari arah jendela rumah.
“Korban sempat mengatakan, ‘Kayaknya ada maling ini de, jendela terbuka ini,’ sebelum memeriksa kondisi rumah,” ujar Kasubsipenmas Polres Berau, Iptu Muhammad Kasim Kahar, mewakili Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto.
Namun, saat memasuki salah satu kamar, korban justru disergap pelaku dari belakang. Dalam hitungan detik, pelaku langsung melancarkan serangan brutal menggunakan senjata tajam jenis badik.
Korban yang tak berdaya mengalami sejumlah luka tusuk di berbagai bagian tubuh.
“Korban mengalami satu luka tusuk di perut, tiga di lengan kiri, satu di bawah ketiak kiri, lima di punggung, serta beberapa luka sayatan lainnya,” jelas Kasim.
Di tengah kondisi kritis, korban masih sempat memperingatkan istrinya. “De, jangan ke sini, aku ditikam,” teriak korban saat berusaha melawan pelaku.
Istri korban yang panik langsung berupaya memberikan pertolongan dengan menarik dan memukul pelaku. Aksi tersebut membuat pelaku melarikan diri melalui pintu depan rumah. Meski sempat dikejar sambil diteriaki “pembunuh”, pelaku berhasil kabur ke arah Jalan Prapatan I.
Polisi yang menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan satu bilah badik yang diduga digunakan pelaku. Selain itu, pakaian korban dan sejumlah barang lain turut diamankan sebagai barang bukti.
Saksi lain, Fauziah (31), mengaku sempat melihat seorang pria tak dikenal berjalan tergesa-gesa di sekitar rumah korban. “Saya lihat ada laki-laki lewat cepat, tidak lama setelah itu terdengar teriakan minta tolong,” ujarnya.
Kepolisian menduga sementara motif kejadian mengarah pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan, mengingat pelaku diduga masuk melalui jendela yang dibuka paksa. Meski demikian, penyidik masih membuka kemungkinan motif lain.
“Kami tidak menutup kemungkinan adanya motif lain seperti dendam pribadi atau persoalan sebelumnya. Ini masih kami dalami,” tuturnya.
Hingga saat ini, identitas pelaku masih belum diketahui dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika memiliki informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini.
“Proses penyelidikan masih berjalan. Kami berharap partisipasi masyarakat untuk membantu mengungkap pelaku,” tandasnya.
Editor: Erwin