Pasalnya di kawasan tersebut terjadi aksi pencurian dengan kekerasan (curas), yang mana seorang pria paruh baya R menjadi korban penikaman brutal yang diduga bermula dari upaya pencurian yang gagal, namun berujung pada aksi kekerasan serius di dalam rumah korban.
Informasi yang dihimpun Korankaltim.com, peristiwa terjadi saat R berada di dalam rumah bersama istrinya dan dikejutkan oleh suara mencurigakan dari dalam kamar yang diduga berasal dari seseorang yang mencoba masuk dengan mencongkel jendela.
Fahri, warga RT 01 menjelaskan, R kemudian berinisiatif memeriksa sumber suara tersebut namun situasi berubah cepat saat pintu kamar dibuka. “Begitu pintu dibuka, korban langsung diserang dan ditikam,” kata Fahri.
Serangan terjadi secara tiba-tiba dan brutal. R dilaporkan mengalami sekitar 10 luka tusukan disejumlah bagian tubuhnya. Dalam kondisi panik, istrinya sempat berusaha memberikan perlawanan kepada pelaku.
“Istrinya sempat melawan, mukul juga. Habis itu istrinya mau diserang, tapi si suami melindungi. Jadi suaminya yang kena tikaman terus. Istrinya disuruh keluar,” papar Fahri.
Sementara Yuli, istri ketua RT 01 menyebutkan kondisi rumah saat kejadian memang dalam keadaan gelap karena penghuni sudah bersiap untuk beristirahat. “Memang kondisi rumah saat itu gelap, karena sudah mau istirahat,” jelasnya.
R segera dilarikan ke RSUD dr Abdul Rivai untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kondisi terbaru korban.
Sementara aparat kepolisian bersama warga setempat langsung bergerak melakukan pencarian terhadap pelaku yang diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian. Rumah korban juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat aksi kekerasan terjadi di dalam rumah pada malam hari. Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi tindak kriminal di lingkungan permukiman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun motif pasti di balik kejadian tersebut. Proses pencarian masih terus berlangsung.
Editor: Aspian Nur