Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo menjelaskan, mereka masih menelusuri rangkaian kejadian sebelum insiden tersebut terjadi. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi berinisial IS, pria berusia 29 tahun itu diketahui sempat berada di sebuah swalayan untuk bertemu seorang perempuan yang sebelumnya berkomunikasi melalui media sosial.
“Dari keterangan awal, pelaku memang telah membuat janji bertemu dengan seorang perempuan di lokasi tersebut setelah berinteraksi melalui aplikasi,” jelas La Ode kepada Korankaltim.com Selasa (28/4/2026).
Namun situasi di lokasi pertemuan diduga berubah setelah dua pria datang dan melakukan tindakan yang dianggap sebagai bentuk ancaman. Hal itu diduga membuat pelaku panik hingga memilih meninggalkan lokasi dengan terburu-buru.
“Diduga ada dua pria yang mendatangi dan melakukan pengancaman. Kondisi itu membuat pelaku merasa tertekan dan langsung melarikan diri menggunakan kendaraan,” paparnya
Dalam kondisi panik, IS diduga kehilangan kendali saat berkendara hingga memicu kecelakaan beruntun di sejumlah titik berbeda di Kota Samarinda.
“Dari hasil sementara, pelarian yang dilakukan pelaku dalam kondisi tertekan itulah yang kemudian berujung pada serangkaian kecelakaan,” ujar La Ode lagi.
Akibat kejadian tersebut, enam orang menjadi korban. Satu korban meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka. “Enam orang menjadi korban, satu meninggal dunia. Empat korban sudah dipulangkan dan satu lainnya masih dirawat,” terangnya.
Meski ada dugaan pengancaman, polisi menegaskan fokus utama penyidikan tetap pada kasus kecelakaan lalu lintas. “Informasi itu tetap kami catat, namun penanganan utama kami tetap pada perkara laka lantas,” tegas La Ode.
Saat ini, pelaku telah diamankan dan dua saksi telah diperiksa. Polisi memastikan penyidikan akan terus dikembangkan hingga berkas perkara dinyatakan lengkap.
Editor: Aspian Nur