Meski jumlah warga binaan jauh melampaui daya tampung, kondisi di dalam lapas tetap dipastikan aman dan terkendali, termasuk saat menjadi tuan rumah peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.
Kepala Lapas Narkotika Samarinda Puang Dirham menyebutkan, saat ini jumlah penghuni mencapai 949 orang, sedangkan kapasitas ideal hanya sekitar 440 orang. Kendati hampir dua kali lipat, pihaknya memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
“Dengan jumlah tersebut, alhamdulillah kondisi lapas masih aman dan terkendali. Kami juga dipercaya menyelenggarakan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62,” ujarnya pada Senin (27/4/2026)
Dalam kegiatan tersebut, berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir bersama sejumlah instansi terkait. Salah satu program yang dilaksanakan adalah penyaluran bantuan gerobak usaha kepada warga binaan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi.
Selain itu, lapas juga bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memberikan layanan pendataan administrasi kependudukan. Program ini menyasar warga binaan yang belum memiliki atau kehilangan dokumen identitas resmi.
Ia menegaskan pelayanan tersebut merupakan bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan oleh negara.
“Kami berupaya memastikan seluruh warga binaan memiliki identitas resmi, termasuk Nomor Induk Kependudukan. Ini penting agar mereka tetap bisa mengakses layanan publik,” jelasnya.
Menurutnya, kepemilikan NIK membuka akses terhadap berbagai layanan, termasuk jaminan kesehatan melalui BPJS.
“Manfaatnya sangat luas, terutama untuk keberlanjutan hidup mereka setelah bebas nanti,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Disdukcapil Samarinda, Arista, mengungkapkan pihaknya fokus melakukan verifikasi data terhadap warga binaan yang belum terdaftar.
“Ada sekitar 58 orang yang kami lakukan pengecekan melalui biometrik seperti sidik jari,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika data tidak ditemukan, maka akan dilakukan perekaman baru untuk selanjutnya diproses ke tingkat pusat.
Editor: Erwin