Selain padatnya pemukiman, akses jalan yang sempit jadi kendala bagi petugas untuk memadamkan api yang cepat membesar dan menghanguskan sejumlah bangunan warga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH mengatakan, kondisi gang yang terbatas menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
Mobil pemadam berukuran besar tidak dapat menjangkau titik api secara langsung, sehingga petugas harus mengandalkan armada berukuran reguler serta dukungan relawan dengan peralatan pemadam kebakaran (PMK) swasta berukuran kecil.
“Jalan di lokasi sangat sempit, sehingga mobil damkar besar tidak bisa masuk. Hanya unit yang lebih kecil yang bisa menjangkau titik kebakaran, dibantu relawan,” kata Hendra di lokasi kejadian kepada Korankaltim.com.
Data sementara yang diperoleh media ini, ada enam bangunan terdampak dalam peristiwa tersebut. Rinciannya, lima bangunan merupakan rumah tunggal milik warga sementara satu bangunan lainnya adalah rumah bangsalan dengan tiga pintu.
Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat dipastikan. Petugas gabungan masih melakukan pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber api. “Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, dengan pengerahan dua posko dan tiga unit fire truck hingga api berhasil dikendalikan," jelas Hendra.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat sebagian bangunan mengalami kerusakan parah. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan padat dengan akses terbatas, guna meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan," tutup Hendra.
Editor: Aspian Nur