Sebanyak 175 personel disiagakan yang sebagian besar sudah diberangkatkan untuk memback-up Polresta Samarinda dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kabagops Polres Kukar Kompol Roganda mengatakan saat ini 75 personel itu sudah berada di lokasi pengamanan. Personel yang terlibat terdiri dari 61 anggota Satsamapta untuk pengendalian massa (Dalmas), 10 personel Satlantas untuk pengaturan lalu lintas, tiga tenaga medis dari Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) dan satu personel pengawasan (Provos).
Selain personel yang sudah berada di lapangan, Polres Kukar juga menyiagakan 100 personel tambahan di markas komando yang siap digerakkan sewaktu-waktu (on call) jika eskalasi massa meningkat dan diperlukan perkuatan lebih lanjut.
Untuk menjamin keamanan, Polres Kukar juga melakukan penyaringan atau penyekatan secara serentak di tujuh titik akses utama menuju Kota Samarinda.
Operasi ini dilakukan mulai pagi hingga siang hari dengan sasaran utama benda-benda berbahaya. "Kami melakukan razia ketat untuk mencegah masuknya barang-barang yang dapat memicu tindakan anarkis, seperti senjata tajam, senjata api, bom molotov, batu, hingga minuman keras," sebut Roganda.
Tujuh titik penyekatan tersebut meliputi, pintu masuk Tol KM 34 Samboja, Jembatan Merah Putih Sanga-Sanga, perbatasan Anggana menuju Sambutan, Simpang Patung LembuswanaTenggarong-Samarinda, area bawah jembatan Kukar Tenggarong-Jongkang, pertigaan Jalan Loa Janan, Pelabuhan Speed Loa Janan/Loa Kulu menuju Jembatan Mahulu.
Dukungannya terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, kepolisian meminta agar massa tetap menjaga ketertiban dan menghormati hak masyarakat umum lainnya.
Editor: Aspian Nur