Aska, bocah berusia 9 tahun itu sebelumnya dikabarkan tenggelam di kawasan Polder Jalan Sultan Sulaiman Pelita 3, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda sore hari sekitar pukul 15.00 WITA.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas bersama relawan dan warga langsung bergerak melakukan pencarian setelah menerima laporan dari warga setempat mengenai tenggelamnya Aska. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WITA dan segera menyisir area yang diduga menjadi titik awal bocah itu tenggelam. Pakaian Aska sempat ditemukan lebih dulu oleh warga di sekitar lokasi.
Pencarian dilakukan dengan menyisir dasar perairan yang dangkal namun licin dan berlumpur. Kondisi tersebut membuat tim harus ekstra hati-hati.
Relawan Samarinda Dede Jumadi mengungkapkan, proses pencarian tidak mudah karena kondisi dasar perairan yang berlumpur serta keterbatasan penerangan di lokasi kejadian. Dede bahkan sempat merasakan menyentuh tubuh Aska saat melakukan penyisiran di dalam air.
“Saya sempat terinjak badannya. Awalnya saya tidak bisa memastikan, karena takutnya hanya lumpur. Tapi setelah saya sisir terus, saya bisa pastikan itu almarhum,” kata Dede saat ditemui dilokasi kejadian.
Sementara personel Basarnas Munaji memastikan Aska ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, berada di dasar perairan dengan jarak sekitar 50 meter dari titik awal anak itu berenang. “Posisi saat ditemukan di dasar dengan jarak kurang lebih 50 meter dari lokasi awal,” sebut Munaji.
Setelah ditemukan jasad Aska langsung dievakuasi ke ambulans untuk dibawa ke rumah duka. “Proses pencarian tadi terkendala minimnya penerangan di lokasi serta kondisi dasar perairan yang berlumpur, sehingga cukup menyulitkan tim saat melakukan penyisiran," sebut Munaji.
Diberitakan sebelumnya, Aska Ardendra Pratama tenggelam saat berenang di danau bekas galian di kawasan Jalan Sultan Sulaiman Pelita III (eks Jalan Baru sore kemarin. Aska ke lokasi tersebut bersama lima temannya untuk bermain dan berenang di kolam penampungan air atau folder.
Aska berenang menggunakan potongan gabus putih namun pelampung gabusnya terlepas, membuat Aska langsung tenggelam dan hilang dari permukaan kola yang memiliki kedalaman sekitar 3 hingga 4 meter.
Editor: Aspian Nur