Kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut tak berdampak pada bangunan lain karena petugas pemadam kebakaran berhasil melokalisir api sehingga tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
Komandan Pos Sektor Kota Bangun Abdi Ratama mengungkapkan titik api pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh petugas piket yang sedang berada di luar kantor.
"Petugas yang sedang keluar melihat adanya kobaran api di RT 03 Kota Bangun Ilir, kemudian langsung menghubungi petugas yang siaga di pos untuk segera melakukan penanganan," ujar Abdi.
Merespons laporan tersebut, tim pemadam langsung menerjunkan dua unit armada andalan, yakni Firedome 3500 L dan Firedome 5000 L. Sebanyak delapan personel dikerahkan ke lokasi, didukung oleh sembilan personel tambahan lainnya untuk mempercepat proses pemadaman.
Upaya pemadaman berlangsung masih dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Relawan Desa Kota Bangun Ulu, Relawan Kota Bangun Ilir, Relawan Desa Liang Ulu, Muspika Kecamatan Kota Bangun, serta warga setempat yang bahu-membahu menjinakkan api.
"Proses pendinginan dinyatakan selesai pada pukul 21.47 WITA. Kami bersyukur tidak ada kendala berarti di lapangan selama proses pemadaman berlangsung," tambah Abdi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, dampak kerugian materiil cukup signifikan. Rumah yang terbakar dilaporkan mengalami rusak berat, mengakibatkan satu Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari satu jiwa kehilangan tempat tinggal. Hingga kini, penyebab pasti munculnya api masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.
Editor: Aspian Nur