Penemuan jasad tersebut menggegerkan warga sekitar, terutama rekan-rekan korban yang mengenalnya sebagai sosok ramah dan mudah bergaul.
Korban diketahui kerap menghabiskan waktu di lokasi tersebut bersama teman-temannya saat tidak bekerja.
Salah satu rekan korban, Mujianto, mengungkapkan bahwa keseharian Suroto dihabiskan untuk bekerja di bengkel. Pada hari libur, korban biasanya berkumpul bersama rekan-rekannya di sekitar lokasi.
“Kalau aktivitas kesehariannya itu di bengkel. Tapi kalau hari libur, dia biasanya nongkrong sama teman-teman di sini,” ujarnya.
Mujianto juga menyebut korban telah lama mengeluhkan kondisi kesehatannya, meski tidak diketahui secara pasti penyakit yang diderita.
“Kalau soal sakit, sudah sekitar empat tahun terakhir dia sering mengeluh, tapi pastinya penyakit apa kami tidak tahu,” katanya.
Ia menambahkan, pada pagi hari sebelum kejadian, korban sempat mengeluhkan kondisi jantungnya dan berencana menjalani pemasangan ring.
“Tadi pagi dia sempat mengeluh soal jantungnya. Katanya mau dipasang ring,” ucapnya.
Sementara itu, Panit 1 Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan penemuan jasad tersebut. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim relawan dan INAFIS.
“Pada hari ini kami mendapat informasi adanya penemuan mayat seorang laki-laki di Jalan Glatik, Sempaja Selatan, Samarinda Utara, tepatnya di depan gerbang Unmul,” jelasnya.
Dari hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Editor: Erwin