Aksi yang akan digelar di Kantor DPRD Kalimantan Timur Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Kecamatan Sungai Kunjang dan berlanjut ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur Jalan Gajah Mada ini menyita perhatian publik, sehingga aparat kepolisian pun harus menyiapkan langkah pengamanan.
Kapolresta Samarinda Hendri Umar menjelaskan, mereka sudah memantau rencana aksi tersebut dan berdasarkan informasi yang diterima, unjuk rasa akan digelar oleh aliansi masyarakat Kalimantan Timur di dua titik utama tersebut.
“Untuk demo di tanggal 21 April nanti kami sudah memonitor ada aliansi perjuangan masyarakat Kaltim yang akan melakukan aksi unjuk rasa di dua tempat, yaitu di kantor DPRD Provinsi dan juga di kantor gubernur Kaltim,” ujar Hendri kepada Korankaltim.com Selasa (14/4/2026).
Pengamanan aksi merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Polresta Samarinda akan menurunkan personel guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
“Karena jadi tugas, kami akan melakukan pengamanan dan pelayanan untuk memastikan kegiatan unjuk rasa tersebut berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif,” sebut Hendri lagi.
Masyarakat khususnya peserta aksi diminta agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai aturan.
“Kami mengimbau masyarakat Samarinda agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas. Sebagai warga negara tentu memahami cara menyampaikan pendapat di muka umum dengan baik,” tegasnya.
Terkait jumlah peserta, kepolisian masih melakukan pemantauan karena waktu pelaksanaan masih beberapa hari ke depan karena kemungkinan jumlah massa berpotensi berubah.
“Nanti kami lihat karena ini masih sekitar delapan hari lagi. Jadi masih ada kemungkinan bertambah ataupun berkurang,” papar Hendri.
Jika jumlah massa cukup besar, Polresta Samarinda akan meminta bantuan pengamanan dari Polda Kalimantan Timur, termasuk personel Dalmas, Samapta dan Brimob.
Editor: Aspian Nur