Dalam rekaman tersebut, kondisi mesin terlihat rusak sehingga munculkan dugaan adanya upaya pembobolan. Namun, hasil pengecekan aparat kepolisian memastikan kerusakan itu tidak terkait tindakan kriminal.
Asisten toko di sekitar lokasi, Aan, mengatakan kerusakan pada ATM tersebut sudah terjadi cukup lama. Ia menyebut warga telah mengeluhkan kondisi mesin itu sejak lebih dari satu bulan.
“Sudah lama sekali tidak normal. Kurang lebih sebulan lebih ATM itu memang sudah susah dipakai,” ujarnya, Jum’at (10/4/2026).
Ia menjelaskan, meski mesin dalam kondisi bermasalah, sejumlah warga masih mencoba menggunakannya. Sementara yang lain memilih tidak memanfaatkan karena takut kartu mereka tersangkut.
“Masih ada yang nekat pakai, tapi banyak juga yang tidak berani. Mereka khawatir kartunya ketelan, jadi pindah ke ATM lain saja,” jelasnya.
Aan juga menyebutkan pihak bank telah beberapa kali datang melakukan pengecekan, tetapi belum ada perbaikan berarti. “Petugas bank sempat datang cek, cuma sampai sekarang belum diganti mesinnya,” tambahnya.
Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksaruddin Adam, membantah dugaan pembobolan yang sempat viral. Ia mengatakan pihaknya langsung memeriksa lokasi setelah informasi tersebut mencuat.
“Berdasarkan keterangan dari vendor dan sekuriti, mesin itu memang sudah lama rusak dan diberi tanda tidak dapat digunakan,” ungkapnya.
Ia memastikan, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda tindak kriminal maupun kehilangan uang dalam insiden tersebut. Menurutnya, hasil koordinasi dengan pihak bank juga menegaskan tidak ada dana yang hilang akibat kerusakan mesin ATM.
“Tidak ada unsur kejahatan dan tidak ditemukan bukti pembobolan ataupun kerugian. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BRI, dan dipastikan tidak ada dana yang hilang,” tegasnya.
Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kerusakan. ATM tersebut juga dijadwalkan segera dievakuasi agar tidak lagi disalahgunakan atau digunakan warga.
Editor: Erwin