Musibah yang terjadi di tengah pemukiman padat penduduk ini mengakibatkan satu orang lansia bernama Sadin (60) mengalami luka bakar pada bagian punggung belakang.
Korban yang mengalami luka bakar saat sedang berupaya menyelamatkan harta benda dari dalam rumah yang mulai terkepung oleh api.
“Mungkin ada barang yang mau diambil, jadi terkena di bagian belakang, tepatnya di punggung,” ujar Kepala Desa (Kades) Kedang Murung, Junaedy, Kamis (2/4/2026).
Kata dia, terkait informasi yang sempat beredar mengenai adanya korban ibu hamil, warga di lokasi telah memberikan klarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar atau terjadi kesalahpahaman saat kepanikan melanda.
“Kalau ibu hamil yang menjadi korban luka sepertinya tidak ada. Tapi memang ada satu lansia yang terluka usia 60,” tambahnya.
Korban kini tengah mendapatkan perhatian dari tim medis untuk memastikan kondisi fisik stabil pasca trauma kebakaran tersebut.
Pemdes Kedang Murung kini telah melakukan pendataan secara rinci terkait identitas seluruh korban dan total kerugian pasti akibat insiden yang menghanguskan dua rumah tersebut.
“Kita sudah dirikan posko untuk para korban. Kalau penyebab kebakarannya diakibatkan oleh konseting listrik PLN,” ungkapnya.
Diketahui, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Kobaran api tampak membumbung tinggi, diperparah oleh hembusan angin kencang yang membuat si jago merah dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Ketegangan memuncak ketika warga melaporkan terdengarnya dua kali suara ledakan keras dari tengah kobaran api yang diakibatkan oleh tabung gas elpiji.
Api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 15.37 Wita. Meski dua rumah dan sarang walet ludes menjadi arang, gerak cepat warga berhasil menyelamatkan deretan bangunan lain di sisi kiri dan kanan lokasi.
Petugas pemadam kebakaran sempat terkendala akibat jalan gang yang terlalu sempit, beruntung lokasi kebakaran berada di tepi perairan, sehingga mempermudah warga melakukan pemadaman mandiri menggunakan mesin pompa yang diangkut dengan perahu.
Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu berkualitas.
Editor: Erwin