Korban diketahui bernama Ardiansyah (51), karyawan toko pakan ternak yang juga merupakan penyandang tuna wicara. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah membusuk dan diperkirakan meninggal sekitar empat hari sebelumnya.
Saksi sekaligus kerabat korban, Budi, mengatakan penemuan itu bermula ketika ia mencium bau menyengat dari arah rumah Ardiansyah. Aroma tersebut makin kuat ketika ia melintas di depan rumah korban yang tampak gelap dan terkunci dari dalam.
“Awalnya sudah kecium bau. Rumah gelap, kuncian dari dalam. Rencana mau manggil almarhum karena kakaknya di Gang Berkat juga sakit,” ujarnya.
Budi menyebut terakhir melihat korban pada malam Jumat setelah salat Magrib. Mengetahui adanya bau mencurigakan, ia segera memanggil keluarga lain dan warga sekitar. Bersama-sama mereka mendobrak pintu rumah dan menemukan korban tergeletak di ruang keluarga.
“Aku nggak sempat dobrak, jadi memutuskan manggil keluarga korban buat dobrak barengan. Ketemunya di ruang keluarga, posisinya terlentang,” katanya.
Korban diketahui telah lama tinggal seorang diri setelah istri dan anaknya meninggalkan rumah.
“Istrinya sudah lama minggat sama anaknya. Jadi dia memang sendirian,” tambah Budi.
Petugas Pamapta III Polresta Samarinda, AIPTU Joko Wahyudi, memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban diperkirakan meninggal empat hari lalu. Tubuh sudah mengeluarkan bau busuk dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, korban yang sehari hari bekerja di tempat jualan makanan kucing dan ayam dan tinggal sendiri di dalam rumah.
“Korban ini termasuk tuna wicara tinggal sendiri di rumah istri sama anak nya pergi, dan kemungkinan penyebab nya tadi karna sakit atau terjatuh, nanti kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD AW Syahranie untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab kematian.
Editor: Erwin