Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli mengungkapkan, tren balap liar menurun drastis dibandingkan hari-hari biasa. Ia menilai kehadiran kegiatan lomba lari atau street run menjadi salah satu kegiatan yang meredam aksi adu kecepatan ilegal di jalanan.
“Kalau balap liar sepanjang bulan puasa kemarin hingga kini telah berkurang. Sejak akhir bulan Ramadan sudah tidak ada lagi balapan liar,” ujar AKP Fandoli, Senin (23/3/2026).
Meski aksi balap liar yang terorganisir sudah hilang, ia mengaku masih ditemukan adanya aktivitas pemuda yang berkendara dengan kecepatan tinggi. Namun, AKP Fandoli menegaskan bahwa fenomena tersebut berbeda dengan kategori balap liar pada umumnya.
“Kalau kebut-kebutan itu masih ada, tapi tidak seperti balapan liar yang biasanya ada penonton di kanan-kiri jalan. Mereka hanya lewat, kecepatannya juga tidak terlalu tinggi. Namun, pastinya tetap kita tegur apabila menemukan remaja seperti ini hal,” jelasnya.
Ia menambahkan, perilaku tersebut tetap tidak dibenarkan karena mengganggu keamanan pengendara lainnya. Oleh karena itu, Satlantas Polres Kukar terus memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan yang sering dijadikan sirkuit ilegal, seperti Jalan Pesut, kawasan Timbau, dan Jalur dua Tenggarong-Samarinda.
Kondisi aman ini diklaim sebagai hasil dari rutinitas personel yang melakukan patroli setiap malam.
“Personel kami setiap malam melaksanakan patroli untuk mengantisipasi balapan liar. Harapannya, ketertiban lalu lintas ini tetap terjaga,” tutupnya.
Editor: Erwin