Dalam kejadian tersebut, korban diserang oleh beberapa pria hingga sempat diancam menggunakan senjata tajam jenis parang. Kapolsek Samarinda Kota Kompol IGN Adi Suarmita menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.55 WITA saat korban baru saja tiba di rumah kerabatnya di kawasan tersebut dan memarkirkan sepeda motor di depan rumah.
“Korban saat itu baru tiba di rumah kerabatnya dan sedang memarkirkan sepeda motor di depan rumah,” kata Adi kepada Korankaltim.com Selasa (17/3/2026).
Saat berada di lokasi korban melihat beberapa pria yang tidak dikenalnya berada di sekitar tempat kejadian. Situasi kemudian berubah tegang ketika satu dari beberapa pria itu mendekati korban dan melontarkan tuduhan. Pria tersebut lalu langsung memukul pelipis kanan korban.
“Pelaku mengatakan kepada korban ‘kamu kan salah satunya?’ kemudian langsung memukul pelipis kanan korban,” sebut Adi.
Setelah pukulan pertama tersebut, beberapa pria lain ikut mendekati korban dan melakukan pemukulan secara bersama-sama hingga korban terpojok di dinding di sekitar lokasi. “Beberapa orang lainnya kemudian mendekati korban dan melakukan pengeroyokan,” ungkapnya.
Satu diantara pelaku sempat mengeluarkan parang dan mengayunkannya ke arah kepala korban sebanyak dua kali. Namun korban berhasil menghindar sehingga sabetan tidak mengenai tubuhnya. “Salah satu pelaku sempat mengayunkan parang ke arah kepala korban sebanyak dua kali,” ujarnya.
Selain dipukul, korban juga sempat dipiting dan diseret menuju area pos keamanan lingkungan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. “Korban juga sempat dipiting dan diseret ke arah pos kamling,” papar Adi.
Laporan warga diterima polisi sekitar pukul 04.36 WITA dan petugas segera menuju lokasi. Saat tiba di tempat kejadian, dua pelaku telah diamankan oleh tim patroli.
“Kedua pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Samarinda Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Adi.
Editor: Aspian Nur