Fasilitas ini disiapkan sebagai bentuk pelayanan kepada warga sekaligus upaya menjaga keamanan kendaraan yang ditinggal saat mudik.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan markas kepolisian (mako) yang tersebar diberbagai wilayah Kota Samarinda sebagai tempat penitipan kendaraan. Layanan ini diharapkan dapat membantu warga yang merasa khawatir meninggalkan kendaraan mereka di rumah dalam waktu cukup lama.
Dengan menitipkan kendaraan di mako kepolisian, masyarakat dapat mengurangi potensi risiko tindak kejahatan maupun kejadian yang tidak diinginkan selama mereka berada di luar kota. “Bagi para pemudik, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kendaraan yang ditinggal, kami sarankan menitipkan kendaraan di mako-mako kepolisian yang ada di Kota Samarinda,” ujar Hendri kepada Korankaltim.com Kamis (12/3/2026).
Layanan penitipan kendaraan tersebut tidak dipungut biaya. Kendaraan milik masyarakat baik sepeda motor maupun mobil, dapat dititipkan dengan aman di lokasi yang telah disediakan oleh pihak kepolisian.
Selain dijaga oleh personel kepolisian, kendaraan yang dititipkan juga ditempatkan di area yang terlindung sehingga tidak terpapar langsung oleh panas matahari maupun hujan selama ditinggal pemiliknya.
“Tidak dipungut biaya. Insya Allah kendaraan, baik mobil maupun motor kami jaga dalam keadaan aman dan ditempatkan di lokasi yang tertutup agar tidak terkena panas ataupun hujan,” sebut Hendri.
Layanan penitipan kendaraan tersebut merupakan bagian dari pengamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026. Operasi ini digelar untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.
Operasi Ketupat Mahakam 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari atau dua pekan, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Setelah masa operasi berakhir, kepolisian tetap akan meningkatkan patroli melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
“Setelah tanggal 25 Maret, dari tanggal 26 sampai 29 Maret kami masih melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk mengantisipasi arus mudik maupun arus balik yang kemungkinan masih terjadi hingga akhir bulan,” pungkas Hendri.
Editor: Aspian Nur