Korban diketahui berinisial HK (73), yang selama ini tinggal seorang diri di bagian belakang bangunan kontrakan.
Peristiwa itu terungkap setelah warga mencium bau menyengat tak sedap dari arah rumah korban sejak beberapa hari terakhir. Aroma tersebut kian menyengat dan memicu kecurigaan warga sekitar.
Ketua RT 19, Aziz, mengatakan awalnya ia menerima laporan dari salah satu warga mengenai bau yang semakin kuat. Ia kemudian berinisiatif mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya.
“Saya dapat informasi dari warga karena baunya sudah sangat mengganggu. Saya langsung ke rumah beliau, ketuk pintunya beberapa kali, tapi tidak ada jawaban sama sekali,” ujar Aziz.
Karena tak mendapat respons, Aziz memutuskan memeriksa bagian belakang rumah bersama dua warga lainnya. Di area tersebut, bau semakin tajam dan terlihat banyak lalat beterbangan.
“Kami curiga karena pintu belakang sedikit terbuka. Waktu kami lihat ke dalam, ternyata beliau sudah terbaring di kamar mandi,” katanya.
HK ditemukan dalam posisi telentang di lantai kamar mandi dengan kepala bersandar pada dinding. Dari kondisi jasad yang mulai membusuk, warga menduga korban telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.
“Kalau melihat kondisinya, kemungkinan sudah beberapa hari. Soalnya memang sudah tidak terlihat sejak beberapa waktu lalu,” tambah Aziz.
Warga mengenal korban sebagai pribadi yang cukup aktif saat masih sehat. Ia kerap terlihat pergi ke masjid untuk beribadah. Namun belakangan, keberadaannya tak lagi terlihat di lingkungan sekitar.
“Biasanya beliau rajin ke masjid. Tapi beberapa hari ini memang tidak kelihatan,” tutupnya.
Terpisah, Pamapta II dari Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Pada sore hari ini kami menerima laporan penemuan seorang laki-laki berusia sekitar 73 tahun dalam keadaan meninggal dunia di Jalan Cipto Mangunkusumo,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian bersama tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi.
“Korban ditemukan dalam posisi telentang di kamar mandi. Untuk penyebab kematian masih dalam penyelidikan dan kami menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut.
Editor: Erwin