Pasalnya, di daerah tersebut tak hanya motor dan mobil yang melintas tapi juga alat berat mulai dari truk hingga kontainer dan tak mengenal batas waktu. Setiap saat kendaraan besar terlihat berhimpitan dengan motor dan mobil, hal mana yang membuat jalur Sempaja tak lagi aman.
Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kendaraan besar menyebabkan luka berat hingga meninggal dunia setiap saat mengincar, dengan yang terbaru terjadi pada Jumat (26/12/2025) pagi tadi sekitar pukul 10.00 WITA.
Seorang ibu pengendara motor meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan maut dengan truk pengangkut minyak sawit. Wanita tersebut adalah Sunarti, berusia 64 tahun, warga Jalan S Parman, Samarinda.
Saat kejadian, Sunarti mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi KT 6999 MR, datang dari arah Jalan Wahid Hasyim 1 menuju Jalan Wahid Hasyim 2. Disaat bersamaan sebuah truk pengangkut minyak sawit dengan nomor polisi AG 8184 VL melintas pada jalur yang sama. Andi Prasetyo, seorang pengendara yang melintas mengatakan kondisi jalan saat kejadian ramai oleh kendaraan yang melintas.
“Waktu itu jalan cukup padat, banyak kendaraan lalu lalang. Tidak lama kemudian sudah terjadi kecelakaan,” kata Andi.
Saat tiba di lokasi kejadian Andi melihat tubuh pengendara motor sudah tergeletak di badan jalan ditutupi kain putih. “Posisinya sepertinya telungkup, tapi sudah ditutup kain. Motornya juga tidak jauh dari lokasi jatuhnya,” jelasnya.
Posisi truk setelah kecelakaan terparkir menghadap ke arah yang sama dengan sepeda motor Sunarti, mengindikasikan keduanya berada dalam satu jalur sebelum insiden terjadi. “Sepertinya terlindas truk tersebut,” tambah Andi.
Dari pantauan Korankaltim.com di lapangan, helm yang dikenakan almarhumah masih terpasang di kepala, namun mengalami kerusakan dengan bagian depan pecah akibat benturan keras. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas tersebut masih ditangani oleh Satlantas Polresta Samarinda guna penyelidikan lebih lanjut.
Editor: Aspian Nur