Korban ditemukan dengan kondisi menggelantung dan peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian Polresta Samarinda.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan korban di lokasi kejadian.
“Baik, dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah ditemukan adanya tempat kejadian perkara di mana terdapat seorang korban yang diduga meninggal dunia karena gantung diri,” ujar saat di temui di lokasi kejadian.
Namun demikian, terkait motif korban nekat mengakhiri hidupnya, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Menurut Rifqhi, hingga saat ini penyelidikan masih terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Untuk motif kenapa yang bersangkutan mengakhiri hidupnya, saat ini masih belum bisa kami sampaikan karena masih dalam pendalaman. Kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, identitas korban belum dapat dipublikasikan ke publik atas permintaan pihak keluarga. Baik nama maupun inisial korban diminta untuk tidak disampaikan.
“Untuk identitas korban, atas permintaan dari pihak keluarga, mohon maaf belum bisa kami sampaikan, termasuk inisialnya,” katanya.
Meski demikian, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa korban diketahui berusia 21 tahun. Korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya sekitar pukul 19.00 Wita.
“Korban pertama kali diketahui oleh sepupunya sekitar pukul 19.00 Wita,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal dunia lebih dari lima jam sebelum ditemukan. Hal tersebut ditandai dengan munculnya lebam mayat serta kondisi tubuh yang mulai kaku.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga sudah meninggal lebih dari lima jam karena sudah ditemukan lebam mayat dan kondisi tubuh yang mulai kaku,” tuturnya.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A.W. Syahranie Samarinda guna dilakukan otopsi lanjutan.
“Otopsi lebih lanjut dilakukan di Rumah Sakit A.W. Syahranie,” pungkasnya.
Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun. Bagi anda yang mengalami gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran bunuh diri, segera berkonsultasi ke psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental terdekat.
Editor: Erwin