Pria berusia 52 tahun itu “mengencingkan” solar yang awalnya 10 ribu liter saat dalam perjalanan mengantarkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dari Palaran, Samarinda.
Kasus ini mencuat setelah pengiriman BBM dari PT Menara Hasil Jaya (MHJ) menuju PT CAP SGE berakhir dengan hilangnya separuh muatan pada 6 November bulan lalu.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setyawan menjelaskan awalnya mereka mendapat laporan data lengkap terkait kondisi awal muatan dari pihak perusahaan.
“Perusahaan menyampaikan kepada kami kalau Solar yang dikirim keluar dari gudang sudah dicek dan jumlahnya lengkap, yakni 10 ribu liter sesuai dokumen resmi,” jelas Agus kepada Korankaltim.com Rabu (10/12/2025)
Kecurigaan mulai muncul saat truk tiba di lokasi tujuan dan pemeriksaan awal menunjukkan adanya ketidaksesuaian jumlah BBM.
“Pihak penerima melakukan pengecekan manual dan mendapati sekitar 1.000 liter tidak sesuai jumlah seharusnya. Karena temuan ini cukup janggal, BBM kemudian dikembalikan ke gudang untuk diperiksa lebih teliti,” jelas Agus.
Setibanya di gudang MHJ, pengukuran resmi kembali dilakukan. Hasilnya jauh lebih besar dari dugaan awal.
“Dari pengukuran ulang, hanya sekitar 5.000 liter yang tersisa. Artinya, 5.000 liter lainnya diduga hilang selama perjalanan. Selisih itu terlalu besar untuk dianggap kelalaian biasa,” tegasnya.
Perusahaan pun mengalami kerugian mencapai lebih dari Rp100 Juta dan polisi segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.
Amir berhasil diamankan pada 8 Desember 2025 di Jalan Poros Samarinda–Sanga-Sanga. “Saat kami melakukan penangkapan, beberapa dokumen pendukung seperti surat jalan, berita acara pengukuran dan dokumen serah terima turut kami sita sebagai barang bukti,” ungkap Agus.
Agus kini mendekam di sel tahanan. “Amir kami kenakan Pasal 374 KUHP mengenai penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara,” paparnya.
Meski begitu, penyidik belum menutup penyelidikan. “Kami masih mendalami apakah ada pihak lain yang ikut berperan dalam penggelapan ini. Semua kemungkinan masih kami telusuri,” pungkas Agus.
Editor: Aspian Nur