Dua bocah laki-laki, Rahman dan Wahyu, dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di sungai tersebut. Hingga kini, satu korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kejadian bermula saat lima anak datang ke lokasi untuk bermain air. Namun, menurut saksi mata Efinezer, hanya dua anak yang benar-benar berenang di sungai saat insiden terjadi.
“Tadinya yang lompat itu Rahman, terus temannya, Wahyu, spontan ikut turun mau nolong karena lihat Rahman tenggelam,” ujar Efinezer di lokasi kejadian.
Namun, upaya penyelamatan spontan tersebut justru berujung tragis. Arus deras di sungai membuat keduanya terseret dan menghilang dari pandangan teman-temannya. Warga yang mengetahui kejadian itu segera berusaha menolong, namun tidak berhasil menjangkau korban.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, membenarkan adanya laporan dua anak yang tenggelam sekitar pukul 16.00 WITA.
“Kami terima laporan dari saksi atas nama Eben Eger, bahwa korban Rahman dan Wahyu hanyut saat mandi di Sungai Benangang. Satu korban, Rahman, ditemukan sekitar 600 meter dari lokasi awal, sementara Wahyu masih dalam pencarian,” jelas Mardi.
Tim SAR gabungan bersama warga langsung melakukan pencarian malam itu. Penyisiran dilakukan sejauh satu kilometer menggunakan rubber boat, dengan tetap memperhatikan keselamatan tim di tengah kondisi arus yang deras dan minim penerangan.
“Pencarian kami lakukan langsung malam ini. Namun kalau situasi tidak memungkinkan, kami hentikan sementara dan lanjutkan esok hari,” tambah Mardi.
Sementara itu, salah satu warga bernama Asrani, yang turut membantu proses pencarian, mengisahkan detik-detik saat menemukan korban pertama.
“Saya dengar ada orang teriak, katanya ada yang hanyut. Saya langsung ke sungai, masih pakai baju lengkap. Begitu lihat ada baju merah timbul di air, saya lompat, sempat tersangkut di ilung (eceng gondok), lalu kami tarik naik,” ujarnya.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Benanga untuk menemukan korban kedua.
Editor: Erwin