Berdasarkan hasil penyelidikan, para tahanan ternyata sempat mengubah arah kamera CCTV sebelum melarikan diri dari tahanan.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan mengatakan tindakan itu dilakukan agar aktivitas mereka tidak terekam saat menjebol dinding kamar mandi yang menjadi jalur pelarian.
“Tersangka pertama yang keluar dari tahanan sempat mengubah arah CCTV ke atas menggunakan kayu. Akibatnya, kamera tidak lagi menjangkau area dinding tempat mereka melarikan diri,” ujar AKP Agus Setyawan, Kamis (23/10/2025).
Ia menjelaskan, perubahan arah kamera tersebut dilakukan dengan sengaja oleh salah satu tahanan yang lebih dulu mempersiapkan pelarian. Arah kamera yang semula menghadap ke dinding, digeser ke atas sehingga tidak merekam aktivitas di area yang menjadi titik jebolnya tembok.
“Jadi arah CCTV diarahkan lebih ke atas. Hal itu dilakukan agar aktivitas mereka tidak terekam dan petugas tidak mengetahui adanya upaya pelarian,” jelasnya.
Agus menambahkan, perbuatan tersebut merupakan salah satu langkah awal yang dilakukan tahanan sebelum mereka mulai menjebol dinding ruang mandi. Setelah kamera berhasil dialihkan, mereka kemudian memanfaatkan waktu malam hari untuk keluar satu per satu.
“Itu salah satu tindakan yang dilakukan oleh pelaku pertama yang keluar. Setelah CCTV berhasil dialihkan, mereka langsung mengeksekusi rencana pelarian,” katanya.
Menurut Agus, temuan ini menjadi bukti bahwa para tahanan telah merencanakan pelarian tersebut dengan cukup matang. Polisi kini masih menelusuri lebih lanjut kemungkinan adanya pihak lain yang membantu atau mengetahui aksi itu.
“Dari hasil penyelidikan, kita menduga pelarian ini sudah dipersiapkan sebelumnya. Kami masih terus dalami untuk memastikan siapa saja yang terlibat,” tegasnya.
Hingga kini, sebagian besar tahanan yang kabur telah berhasil diamankan kembali oleh tim gabungan Polresta Samarinda bersama Polda Kaltim. Polisi juga terus mengejar empat tahanan lain yang masih buron dan memperketat pengawasan di seluruh ruang tahanan jajaran Polresta Samarinda.
Editor: Erwin