Balita yang masing-masing berusia empat tahun dan tiga tahun itu meninggal dunia akibat leher mereka dicekik oleh ayahnya. Hingga kini, motif aksi tersebut belum diketahui secara pasti.
Selain kedua balita, nenek korban juga menjadi korban kekerasan dan mengalami luka di bagian leher karena sempat dicekik.
Menurut keterangan Bhabinsa Kelurahan Karang Anyar, Sertu Mahyuni bahwa saat sang nenek mengetahui kabar duka, kedua cucunya meninggal dunia akibat dicekik oleh ayah mereka, iya langsung menyambangi rumah pelaku.
Setibanya, sang nenek turut menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh pelaku, yang sebelumnya telah menghabisi nyawa kedua anaknya.
Sementara itu, Ketua Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Sungai Kunjang, Suprayitno, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi awal, pihaknya langsung menuju ke lokasi. Saat itu pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat.
“Begitu kami sampai pada waktu Magrib tadi, pelaku yang merupakan ayah kandung korban sudah diamankan oleh Polsek Sungai Kunjang,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Yohanes Bonar Adiguna, melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, AKP Agung Sisbiyantoro menjelaskan bahwa pelaku saat ini telah diamankan dan tengah dimintai keterangan.
Pelaku rencananya akan menjalani observasi terlebih dahulu di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada, karena berdasarkan informasi awal diduga mengalami keterbelakangan mental.
“Langkah kami ke depan adalah melakukan observasi terhadap pelaku karena terdapat informasi yang simpang siur,” jelasnya.
Berdasarkan informasi awal, kedua korban meninggal dunia karena dicekik oleh sang ayah. Namun, pihak kepolisian akan mendalami kembali penyebab pasti kematian kedua korban tersebut.
“Nanti akan kami lakukan autopsi,” tutupnya.
Editor: Erwin