Roni, sang pemilik rumah, mengaku bahwa saat dirinya sedang berbicara melalui telepon di luar rumah, api tiba-tiba berkobar hebat hingga menjalar ke atap.
“Sudah gak bisa nyelamatkan barang-barang habis sampai ke surat-surat penting, cuma sisa pakaian yang saya pakai aja,” ucapnya.
Untungnya, dalam kebakaran yang melanda rumah bermaterial kayu dan sudah berumur tua tersebut, warga sigap membantu dan segera memanggil Disdamkar Matan sebelum api menjalar ke rumah warga lainnya.
Meski tidak ada korban jiwa, satu keluarga kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta bendanya. Kini, rumah itu hanya menyisakan puing-puing bangunan dan hingga kini belum diketahui penyebab amukan si jago merah tersebut.
Sementara itu, Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan pihaknya mendengar kabar tersebut langsung menurunkan anggota dan sembilan unit damkar.
“Alhamdulillah api berhasil kita padamkan kurang dari 10 menit, karena kami turunkan semua unit dan bagi di beberapa sisi,” pungkasnya.
Editor: Erwin