Di kawasan tersebut sekitar pukul 09.00 WITA pagi, terjadi duel yang melibatkan dua pria berumur yang bahkan bisa disebut sebagai kakek.
Cerita berawal saat Hady Suwarno ingin membeli makanan di Pasar Kemuning yang berada tak jauh dari Jalan Padat Karya Gang 5 tersebut. Pria berusia 55 tahun itu bermaksud membelikan makanan untuk istrinya yang sakit stroke.
Dalam perjalanan menuju Pasar Kemuning Hady bersua Dardiri alias Diri, pria berusia 70 tahun, tetangganya sendiri di Gang 5 tersebut. Entah bagaimana awalnya, Hady dan Diri terlibat adu mulut. Karena ingin beli makanan untuk istrinya, Hady meminta Diri untuk datang ke rumahnya dengan maksud membicarakan apa yang menjadi permasalahan antara mereka.
Pulang dari beli makanan, Hady melihat Diri sudah memegang senjata tajam (sajam) sejenis tombak. Tak ada rasa curiga Hady langsung mendekati Diri untuk menanyakan apa yang menjadi permasalahan. Tetapi Diri justru mengajak duel Hady dengan menyuruh pria itu mengambil parang sambil mendorongnya.
Tiba-tiba Diri mengayunkan tombak ke arah kepala bagian kiri Hady yang membuatnya luka robek di bagian kepala. Tak terima dengan apa yang dialaminya, Hady langsung melaporkan ke Polsek Sungai Kunjang meminta proses lebih lanjut.
"Setelah menerima laporan anggota opsnal langsung ke lokasi kejadian mengumpulkan keterangan saksi maupun korban," jelas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Zainal Arifin Selasa (29/4/2025) hari ini.
Tak perlu waktu lama, hari itu juga sekitar pukul 10.30 WITA atau satu jam setengah pasca kejadian Diri berhasil diringkus dikediamannya bersama barang bukti sajam jenis tombak. "Saat itu juga pelaku langsung kami amankan, bersama dengan barang bukti," jelas Zainal.
Mengenai motif Diri melakukan tindak kekerasan itu karena sebelumnya pria itu tersinggung dengan perkataan Hady kepada dirinya sehingga menaruh dendam.
"Mereka ini tetanggaan, korban mengira pelaku ini hanya bercanda saja ternyata tidak disangka justru serius melakukan penganiayaan. Jadi masalahnya hanya sepele saja, pelaku tersinggung dengan perkataan korban," tutup Zainal.
Editor: Aspian Nur