Menurut informasi, korban yang berdomisili di Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, diketahui telah tinggal sementara di rumah milik rekannya tersebut. Menurut keterangan Ketua RT setempat, Andriyanto (34). Ia awalnya dipanggil oleh pemilik rumah untuk melihat kondisi korban.
“Pemilik rumah minta saya periksa apakah S ini masih hidup atau tidak. Tapi saya belum sempat masuk rumah, malah langsung ditelepon warga yang bilang korban sudah meninggal,” jelasnya, Minggu (13/4/2025).
Setelah mendapat informasi itu, dirinya bersama Kepala Desa Loa Kulu Kota segera menuju ke rumah tersebut. “Kami mencium bau menyengat. Saat masuk ke dalam, korban sudah tidak bernyawa,” tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, kepala desa langsung menghubungi pihak Kepolisian Sektor Loa Kulu. Dalam waktu singkat, petugas Polsek Loa Kulu, Tim Inafis Polres Kukar dan relawan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kapolsek Loa Kulu, AKP Elnath S.W. Gemilang membenarkan adanya kejadian tersebut. “Benar, kami menerima laporan penemuan mayat dari warga dan segera menindaklanjutinya. Tim kami bersama Inafis langsung turun ke lokasi untuk olah TKP dan evakuasi jenazah,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi korban cukup memprihatinkan. Keadaan terbaring disertai dengan pembusukan. “Kami tidak menemukan adanya luka sayatan atau tindakan fisik lainnya,” tambahnya.
Barang bukti yang diamankan di lokasi antara lain dua helai baju, satu celana kain bermotif kotak-kotak, sebuah guling dan beberapa obat-obatan.
Kapolsek Loa Kulu menambahkan dari keterangan saksi, korban memiliki riwayat penyakit jantung. “Punya riwayat penyakit, korban juga telah kami bawa ke RSUD AM Parikesit,” pungkasnya.
Editor: Erwin