Adalah Supriyadi, pria berusia 28 tahun dan Karlan, pemuda berusia 23 tahun, mengalami luka-luka karena mengalami pengeroyokan hingga berdarah-darah.
Peristiwa ini berawal hari Minggu tersebut sekitar pukul 23.30 WITA malam hari di Jalan Jati Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Saat itu Supriyadi dan Karlan sedang berada di rumah tak lama didatangi seorang pria berusia 29 tahun bernama Paskalis yang tak datang sendirian tapi bersama teman-temannya. Tanpa banyak bicara Paskalis dan rombongan langsung melakukan pengeroyokan terhadap kedua laki-laki tersebut menggunakan tangan kosong.
Seperti tak puas dengan tangan kosong, Paskalis mengeluarkan sebilah senjata tajam (sajam) jenis pisau karambit dan kemudian mengarahkan ke Karlan hingga mengenai punggung belakang sebelah kiri, setelah itu menyasar kepada Supriyadi yang mengenai bahu sebelah kiri serta rusuk kiri.
Warga sekitar yang mendengar keributan tersebut secara berbondong-bondong langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung menolong Supri dan Karlan, sementara lainnya mengejar para pelaku hingga sampai akhirnya satu pelaku yaitu Stefanus Kia alias Roni, pemuda berusia 23 tahun, tertangkap dan babak belur diamuk warga yang geram dengan perbuatan mereka. Dua pelaku lainnya sempat melarikan diri.
Supriyadi dan Karlan langsung dilarikan ke rumah sakit guna diberikan pertolongan imbas luka-luka lebam serta tikaman sajam.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Samarinda Seberang AKP Baihaki menjelaskan, mereka langsung bergerak begitu mendapat informasi terjadinya peristiwa berdarah itu.
Dari hasil penyelidikan dan pengejaran akhirnya Paskalis dan temannya Bernama Edmundus alias Enjo yang berusia 25 tahun berhasil diamankan sehari setelah kejadian yaitu Senin (31/3/2025) sekitar pukul 04.00 WITA dini hari, tak jauh dari lokasi keributan.
"Barang bukti yang kami amankan bukti hasil visum dan sebilah sajam," kata Baihaki kepada Korankaltim.com Kamis (3/4/2025) hari ini.
Motif pengeroyokan tersebut dijelaskan Baihaki berawal saat istri Paskalis kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pergi dari rumah mengungsi ke rumah keluarganya yaitu Supriyadi dan Karlan.
Adapun kedatangan Paskalis bersama temannya ke rumah Supriyadi dan Karlan sebenarnya dengan tujuan menjemput wanita tersebut.
"Tetapi tidak tahu kenapa tiba-tiba para pelaku datang langsung menyerang kedua korban dan Paskalis menyerang dengan sajam. Yang jelas korban dan pelaku masih ada hubungan kerabat," tutup Baihaki.
Editor: Aspian Nur