Insiden tersebut terekam CCTV dan beredar di media sosial, menunjukkan korban yang mengenakan celana pendek, kaos, dan jaket terlibat perdebatan dengan seorang pemuda di toko pecah belah.
Terlihat korban memukul bagian wajah salah satu pelaku hingga membuat pelaku emosi dan keduanya mengeroyok korban hingga akhirnya dilerai oleh warga sekitar. Tetapi, tak berselang lama, korban pergi dengan mengendarai sepeda motor, tak jauh dari TKP tiba-tiba terjatuh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, informasi awal, Lansia ini diduga korban laka lantas, tetapi setelah ditelusuri, ternyata sebelumnya sempat dikeroyok oleh dua orang satu diantaranya masih dibawah umur.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Zainal Arifin mengatakan pasca adanya laporan pengeroyokan yang diduga penyebab korban meninggal dunia Tim Anti Bandit Polsek Sungai Kunjang langsung menuju ke TKP dengan meminta keterangan saksi-saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian.
Dari keterangan istri almarhum, saat itu ia dihubungi oleh seseorang yang ia kenal bernama Budi, mengatakan untuk segera menjemput suaminya (korban) di TKP. Setibanya di lokasi, ia mendapati korban sudah tidak sadarkan diri dengan kondisi hidung mengeluarkan darah serta dahi mengalami memar.
“Istrinya ini dapat informasi warga disana, kalau suaminya itu habis dikeroyok, setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit, tetapi saat mau ditangani pihak dokter mengatakan korban sudah meninggal dunia. Karena tidak terima, istri korban langsung membuat laporan ke Polsek,” tuturnya Minggu (5/1/2025) hari ini.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan anggota, yakni keterangan dari saksi-saksi serta bukti di TKP, akhirnya kurang dari 24 jam dua pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban berhasil diamankan di Jalan Dermaga Kelurahan Pelabuhan Kecamatan Samarinda Kota, tepatnya di dalam kamar guest house lantai 4 sekitar pukul 22.30 WITA.
“Dua pelaku kami amankan berisinial RB (20) dan MR (17) yang masih berstatus mahasiswa dan pelajar di Samarinda,” tuturnya.
Terkait dengan motif pengeroyokan tersebut saat ini pihaknya masih mendalami keterangan dari kedua pelaku tersebut.
“Masih kami dalami lagi, dan terkait penyebab kematian korban kami juga masih menunggu hasil visum, apakah meninggal karena dikeroyok atau karena apa,” pungkasnya.
Editor: Erwin