"Korbannya itu ada tiga, satu mengalami luka tikam di punggung sebelah kanan, satu mengalami luka gores di lengan kanan. Sedangkan, yang meninggal dunia itu luka tusuk di dada sebelah kiri," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Kota Kompol Tri Satria Firdaus.
Perkelahian ini dipicu cekcok antara pasangan suami istri (pasutri) yang menginap di salah satu kamar di lantai tiga. Keributan itu rupanya mengganggu tamu lain.
"Salah satu penghuni mendatangi kamar pasutri itu, saat diketok pintunya langsung dibuka. Ternyata benar ada pertengkaran laki-laki dan perempuan, dilihat ada memar di kaki si perempuan. Pelaku bermaksud mau melerai, tetapi karena korban tersinggung terjadi cekcok, sampai akhirnya terjadi pemukulan terhadap korban oleh pria tersebut," ungkapnya.
"Setelah itu, perempuannya ini (istri korban) dibawa ke kamar pelaku, karena di situ juga ada teman perempuannya, bermaksud supaya ditenangin dulu," sambungnya.
Ternyata tambah Satria, korban memanggil dua temannya. Mereka kemudian mendatangi kamar pelaku.
"Pelaku langsung ditarik keluar dari kamar, dan terjadi keributan antara pelaku, korban dan dua rekan korban," ujarnya.
Saksi dan istri korban yang keluar dari kamar kemudian mendapati ketiganya terluka. "Satu orang mengalami luka tikam di dada dan meninggal di TKP atas nama Asegaf (20)," ujarnya.
Polisi kini memburu pelaku yang diketahui berinisial RD.
Editor: Supiansyah