Aksi warga yang main hakim sendiri hingga menewaskan Ramlan alias Mellang membuat aparat kepolisian akhirnya menetapkan tujuh orang terduga pelaku pengeroyokan yang membuat pria 42 tahun itu kehilangan nyawa di dalam drainase atau saluran air pada saat kejadian.
Tujuh orang terduga yang melakukan pengeroyokan tersebut masing-masing adalah AG berusia 40 tahun, HA (34), AS (25), SY (24), IS (32), ID (21) dan SA (49).
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Reskrim Kompol Feri Putra Samudra saat dikonfirmasi Korankaltim.com Senin (21/10/2024) hari ini. "Pelaku pengeroyokan sudah diamankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan," kata Feri.
Proses penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan dari pihak keluarga almarhum Mellang yang jadi korban sekaligus pelaku penganiayaan terhadap Syamsul Bahri yang terkena tombak di lokasi kejadian malam itu. “Yang membuat laporan dari pihak keluarga Mellang yang jadi korban sekaligus pelaku penganiayaan)," tegasnya.
Sebelumnya pada akhir pekan tadi Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan para pelaku pengeroyokan akan dilakukan proses hukum dan polisi masih melihat perkembangan dari hasil penyelidikan. "Seperti apanya kami lihat hasil perkembangan dan penyelidikan seperti apa nanti," ujar Ary.
"Untuk pelaku yang meninggal dunia karena amukan warga masih kami dalami, dilakukan autopsy untuk mengetahui penyebab dia meninggal," jelas Ary lagi.
Diketahui Mellang meregang nyawa karena emosi warga yang sudah tak tertahan melihat perbuatannya di malam kejadian itu. Mellang diketahui mengamuk sambil berteriak-teriak di lokasi tak jauh dari pelabuhan sembari membawa sebuah tombak selepas umat muslim melaksanakan salat Maghrib.
Seorang warga bernama Syamsul Bahri yang baru keluar dari rumah keluarganya dan hendak menuju pelabuhan menjadi sasaran. Pria 36 tahun itu ditombak Mellang dibagian perut dan mengalami luka-luka dibagian tubuh lain karena menghindari serangan Mellang. Beruntung nyawa Syamsul tak melayang karena cepat dibawa ke Rumah Sakit IA Moeis Samarinda Seberang.
Sementara Mellang yang berusaha diamankan polisi yang datang ke lokasi kejadian melarikan diri hingga masuk drainase. Kendati pun polisi sudah mengeluarkan tembakan agar warga tak mengeroyok Mellang dan sudah melindunginya di dalam drainase itu, nyatanya amukan warga tak terbendung. Beberapa saat di dalam drainase Mellang dinyatakan meninggal dunia.
Editor: Aspian Nur