Terbaru, dua pelaku peredaran sabu yang merupakan dua kurir, berhasil diamankan Tim Hyena, julukan Satresnarkoba Polresta Samarinda pada Selasa (17/9/2024) malam lalu sekitar pukul 19.30 WITA lalu.
Adalah M Rahul Yahnur alias Rahul, pemuda berusia 24 tahun dan Zulkipli alias Kepew yang berusia 34 tahun, warga Kecamatan Sungai Kunjang yang berhasil diamankan bersama barang bukti tiga kilogram sabu-sabu yang disimpan dalam kemasan teh hijau china.
Rahul dan Zulkipli diamankan di tepi jalan kawasan Tengkawang Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, saat sedang duduk di atas sepeda motor Honda KT 3210 BAA warna hijau.
Keduanya membawa tas ransel berisi tiga bungkus sabu-sabu yang di-press plastik bening dalam kemasan teh hijau, dengan total berat 3.066 gram bruto. Rahul dan Zulkipli pun langsung digelandang ke Mapolresta Samarinda guna proses penyelidikan lebih lanjut setelah polisi memeriksa dan menggeledah isi tas tersebut.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan jaringan narkoba yang diungkap memang sudah menjadi target dan sekitar sebulan terakhir sudah dilakukan pengintaian kepada mereka.
"Dua pelaku ini merupakan anak buah dari OD yang masih dicari. OD ini diduga pengganti pemain lama yang saat ini di Rutan (rumah tahanan)," paparnya.
"Kemungkinan barang yang diamankan ini hendak didistribusikan lagi keluar Samarinda, karena memang OD ini bukan warga Samarinda dan rencana barang itu akan dibeli oleh seseorang berinisial WK," kata Ary lagi.
Rahul dan Zulkipli diamankan sebagai kurir, sekaligus anak buah dari OD yang memang kesehariannya membungkus sabu dalam poketan kecil-kecil, yang kemudian dijual di kawasan Pasar Kedondong.
"Mereka dibayar OD ada yang seminggu Rp2 Juta, per hari Rp100 Ribu, sedangkan pengantaran terakhir keduanya dijanjikan Rp4 Juta," ungkap Ary.
Sebelumnya sabu tersebut diambil Rahul dan OD di Jalan MT Haryono, kemudian disimpan setelah itu Rahul bersama Zulkipli hendak mengantarkan sabu tiga kilogram tersebut tetapi diamankan lebih dulu.
"Di lokasi keduanya diamankan mereka mau transaksi dengan orang berinisial WK, tetapi diamankan duluan sama anggota. Ini merupakan pengantaran kedua kalinya, yang pertama satu kilogram beberapa bulan lalu," sebut Ary.
Mengenai asal barang haram tersebut menurut Ary kalau dilihat dari kemasan yang digunakan berasal dari Malaysia. "Kemungkinan dari Malaysia, tetapi itu masih kami dalami lagi," tutup Ary.
Editor: Aspian Nur