Asap tebal itu berasal dari terbakarnya pemukiman warga di Jalan Pattimura RT 13, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang, membuat heboh warga sekitar juga pengendara motor dan mobil yang melintas.
Ada delapan bangunan dilalap api dalam peristiwa ini yang menjadi kebakaran kesekian kalinya terjadi di Kota Tepian di awal tahun 2024.
Ananda, warga sekitar kepada Korankaltim.com dilokasi kebakaran menjelaskan, awalnya ia melihat kepulan asap hitam tebal tepat diseberang rumahnya, membuatnya bergegas menuju ke lokasi untuk membantu warga sekitar.
"Apinya dari belakang, terus saya langsung kesana dan apinya sudah membesar, saya membantu warga untuk menyelamatkan barang-barang berharganya," ujar pria 35 tahun itu.
Tak berselang lama, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda serta relawan pun tiba di lokasi, untuk melakukan upaya pemadaman.
Kabid Disdamkar Kota Samarinda, Teguh Serta Wardhana mengatakan dalam penganan tersebut pihaknya menemui beberapa kendala, yakni akses masuk ke titik api sempit, ditambah dengan banyaknya warga sekitar yang menonton.
"Api baru bisa kami padamkan setelah satu jam, kalau dugaanya itu informasi warga akibat kompor yang menyala di sebuah rumah, tetapi pastinya masih dalam penyelidikan kepolisian," ucap Teguh.
Sementara Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Bitab Riyani mengatakan berdasarkan data sementara ada delapan bangunan yang terbakar, terdiri dari dua rumah dari beton, serta enam rumah bermaterial kayu.
"Ada delapan bangunan yang terbakar dan dua rumah terdampak," sebut Bitab.
Keterangan saksi api berasal dari rumah warga bernama Yanti. "Kalau dugaanya masih kami selidiki, pemilik rumah belum bisa kami mintai keterangan, karena masih syok. Tetapi sementara dugaanya arus pendek," ucapnya.
Editor: Aspian Nur