Saat itu, keduanya ini sedang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat KT 3505 BAA warna hitam. Keduanya, memang sudah menjadi target kepolisian dari Tim Hyena Satresnarkoba Polresta Samarinda.
Kemudian di Tempat Kejadian Perkara (TKP) itu, keduanya langsung diringkus petugas bersama barang bukti (BB) 50 butir ekstasi warna merah muda, dalam plastik klip, yang terbalut selembar tisu, dan dilapisi dalam kantong kresek warna hitam, dari genggaman tangan Anwar.
Dari hasil interogasi, barang haram tersebut diperoleh dari Dyah rekannya tersebut. "Sempat dia buang ke tanah saat kami sergap, dan ngakunya barang itu dari temannya," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Resnarkoba Kompol Bambang Suhandoyo saat dikonfirmasi, Minggu (7/1/2024) hari ini.
Berdasarkan pengakuan Dyah, barang haram tersebut masih ada lagi di rumah Anwar, teman prianya tersebut, tepatnya di dalam kamar. Setelah itu dilakukan pengembangan ke kediaman pria tersebut, tak jauh dari TKP keduanya dibekuk.
Benar saja, petugas menemukan dua dus warna coklat dan saat dibuka ditemukan enam plastik klip berisi ekstasi sebanyak 506 butir, dalam kemasan amplang yang merupakan makanan ringan khas Kalimantan. "Kami temukan di tumpukan amplang dan dus kedua itu kami temukan lagi enam plastik klip berisi 479 butir ekstasi," sebutnya.
Ditanya soal hubungan antara kedua pelaku, Bambang menyebutkan bahwa mereka berteman."Dulu perempuan ini jualan bawang merah di Samarinda dan tinggal di indekos si pria di Samarinda Seberang, awal ketemunya dari situ," tuturnya. "Jadi, barang ini (ekstasi) dibawa oleh si perempuan dari Jawa, dan temannya ya hanya cowok itu saja, makanya kemana-mana mereka keliling berdua. Mereka ini pemain baru masih mencari pasaran dulu, per butir dijual Rp300 ribu," bebernya.
Lanjut kata Bambang, perempuan tersebut saat membawa barang haram tersebut, melalui jalur kapal laut. "Dia naik kapal ke sininya, makanya tidak terdeteksi. Dan saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait dengan pemilik barang, yang berada di luar Kalimantan," tutupnya.
Editor: Maruly Z