Hal itulah yang dirasakan EW, pria berusia 32 tahun di Kota Samarinda ini. Karena tak terima diputus cinta oleh kekasih tercinta, EW nekat membakar sepeda motor dan baju hingga melakukan pengrusakan juga penganiayaan serta pengancaman kepada DW, wanita yang sempat jadi pujaan hatinya.
Peristiwa itu bermula pada Minggu (24/9/2023) sekitar pukul 23.30 WITA di Jalan Padat Karya, Gang Rundan Ali, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.
Saat itu EW mendatangi kediaman mantan kekasihnya berusia 37 tahun itu di Jalan Padat Karya dan langsung membakar sepeda motor Honda Vario KT 6086 IK warna merah serta pakaian yang dijemur di teras rumah DW.
Ketika api membesar, perbuatan EW diketahui DW dan melihat api yang membakar jok motornya sementara EW langsung melarikan diri.
Tak hanya sekali dan merasa belum puas, DW yang masih memendam rasa sakit hati dan cemburu pada Rabu (1/11/2023) malam sekitar pukul 23.30 WITA di Jalan Kadrie Oening menuju AW Sjahranie mendatangi dan dengan sengaja menghalangi DW yang saat itu juga mengendarai sepeda motor usai pulang bekerja.
EW menabrakkan sepeda motornya ke DW kemudian melakukan pengrusakan sepeda motor, kunci kontak dibuang, merampas ponsel dam membantingnya hingga hancur. Tetapi perbuatan EW tak berhenti disitu, pria itu menganiaya DW dengan menggunakan helm serta tangan kosong dan mengancam akan membunuh DW dengan jepitan kuku.
Tak terima dengan perbuatan mantan kekasihnya tersebut DW pun melaporkan ke Polsek Sungai Pinang guna proses lebih lanjut. "Setelah kami menerima laporan saya bersama anggota opsnal langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang Kompol Ahmad Abdullah saat dikonfirmasi, Senin (6/11/2023) hari ini.
Dari hasil penyelidikan Jumat (3/11/2023) pekan lalu EW berhasil diringkus di kawasan Loa Janan Ilir. "Dari hasil penyelidikan pelaku ini tidak menetap tempat tinggalnya, dia berpindah-pindah. Tetapi, dua hari kemudian kami berhasil mengetahui keberadaannya dan langsung kami amankan," kata Abdullah.
Motif EW melakukan hal itu karena tidak terima diputus cinta sehingga merasa sakit hati. "Gara-gara tidak terima diputus sama pacaranya," tutup Abdullah.
Editor: Aspian Nur