Terbukti, remaja berusia 17 tahun spesialis mencuri uang dari kotak amal di masjid-masjid yang ada di Kota Samarinda kembali namun bukan mencuri uang dari kotak amal melainkan mencuri sepeda motor miliki marbot atau penjaga masjid.
MA melancarkan aksinya mencuri motor milik marbot itu di sebuah masjid pada Rabu (11/10/2023) pekan lalu di Jalan Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang Dalam. Saat itu marbot sedang salat Zuhur sementara kunci motornya masih menempel. Karena suasana sepi, MA pun langsung beraksi.
"Kunci motornya masih menempel, dia melihat suasana sepi, langsung membawa kabur motor itu," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang Kompol Ahmad Abdullah saat dikonfirmasi, Senin (16/10/2023) hari ini. “Pelaku ini sering diamankan karena suka mencuri kotak amal di masjid-masjid sekitar," ungkapnya.
Marbot masjid yang kehilangan motor langsung melapor ke polisi dan anggota opsnal langsung melakukan penyelidikan, dengan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sampai akhirnya diketahui pelaku pencurian tersebut, adalah MA sebelumnya sudah sering diamankan karena sering mencuri uang di kotak amal masjid. MA ditangkap Sabtu (14/10/2023) akhir pekan tadi di tepi jalan Kawasan Gelatik. "Kami amankan dia di Gelatik saat jalan kaki," ujar Ahmad lagi.
Belakangan diketahui setelah mencuri sepeda motor milik Marbot jenis Yamaha Mio Gear KT 5737 BAO warna merah tersebut, MA mencari sasaran lain, mencuri kotak amal dan terakhir beraksi di Masjid kawasan Jalan Pangeran Suryanata. "Dia kepergok warga dan sempat diamankan, tetapi warga tidak tahu kalau anak ini habis curi motor, makanya dilepaskan dan motor ditinggal," ucap Ahmad.
Saat polisi mendapatkan laporan ada sebuah motor tetapi tidak ada pemiliknya, saat dicek ternyata motor tersebut motor curian dan pemiliknya telah membuat laporan.
"Kami langsung hubungi orangnya, ternyata benar. MA ini residivis, tetapi tidak di proses hukum, karena masih dibawah umur dan orangtuanya juga selalu mendamaikan dengan para korban," tutup Ahmad.
Editor: Aspian Nur