Dari video yang beredar di grup percakapan WhatsApp terdengar jelas suara teriakan TKA dari dalam kobaran api. Tak hanya itu, terlihat pula satu diantara mereka berlari ke pinggir Gedung berusaha menyelamatkan diri, tetapi tak bisa lantaran bangunan di lantai tiga sudah dipenuhi dengan api.
Pasca dilakukan penanganan pemadaman api dan evakuasi, satu TKA terlihat sudah terbakar dan hangus sementara satu lagi langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat tetapi kondisinya pun terlihat cukup parah, karena sekujur tubuh melepuh. Kedua TKA itu langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS).
Kondisi TKA yang selamat, Kepala Instalasi Hubungan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Humas PKRS) RSUD AWS dr Arysia Andhina mengatakan pasien Warga Negara Asing (WNA) berjenis kelamin laki-laki inisial CW berusia 41 tahun saat ini sedang dalam perawatan intensif, pasca dilakukan penanganan operasi. "Korban mengalami luka bakar di seluruh tubuh, dan langsung mendapatkan pertolongan pertama, dengan operasi. Diagnosanya combutio grade II-III 95 persen," kata Arysia kepada Korankaltim.com Kamis (12/10/2023) siang ini.
Pasca operasi, CW langsung ditempatkan di ruangan ICU dan terpasang alat bantu pernapasan ventilator. "Termasuk diberikan obat-obatan pereda nyeri," tutupnya.
Untuk dokter yang melakukan perawatan yang dari dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan dokter spesialis anestesi.
Diketahui kebakaran terjadi saat PT Kalimantan Ferro Industry dalam posisi commissioning atau uji coba mesin serta peralatan lainnya. Api tiba-tiba tersulut di tempat persiapan bubuk batu bara di samping pabrik utama sekitar pukul 17.30 WITA dan baru bisa dikendalikan pada pukul 18.19 WITA. Smelter Nikel di Sanga Sanga ini sendiri baru diresmikan satu bulan yang lalu tepatnya pada 26 November 2021 yang diresmikan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
Sementara itu keterangan yang dikutip dari media social Polres Kutai Kartanegara, Kapolres AKBP Hari Rosena melalui Kasi Humas IPTU Slamet Rijadi menerangkan memang ada dua pekerja asal Tiongkok yang sedang melakukan uji coba di pabrik mengalami luka bakar parah dengan satu diantaranya meninggal dunia.
"Korban yang tewas adalah Ji Ler berusia 49 tahun, sedangkan korban yang selamat Cui Weiqiang berusia 40 tahun,” kata Slamet.
Keduanya sempat dibawa ke RSUD AWS Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis namun nyawa Ji Ler tidak tertolong dan meninggal dalam perjalanan.
Iptu Slamet membeberkan kebakaran yang terjadi di PT KFI itu berawal dari percikan api di sebuah cerobong pabrik yang berfungsi untuk mengalirkan batu bara ke tungku pembakaran.
Cui Weiqiang yang melihat percikan api, mencoba memadamkan dengan cara mencoloknya menggunakan besi. Namun, hal itu justru memicu ledakan yang mengakibatkan kobaran api menjalar.
“Korban pertama (Cui Weiqiang) mengalami luka bakar di seluruh tubuh begitu juga korban kedua mengalami luka bakar dinyatakan meninggal dunia,” pungkas Iptu Slamet.
Api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran Sanga-Sanga sekitar pukul 18.30 WITA. "Sampai dengan saat ini, Polsek Sangasanga masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi yang berada di lokasi kejadian," pungkas Slamet.
Editor: Aspian Nur