Hal ini diungkapkannya saat ditemui di Mapolresta Samarinda saat rilis yang dipimpin langsung Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, Rabu (11/10/2023) hari ini di lobi Mapolresta Samarinda.
"Saya tidak tahu kalau itu salah, karena tidak bisa baca, jadi ikut orang saja beli (BBM) di SPBU normal, terus buat jual kembali. Ini buat tambah-tambah sewa rumah dan nafkahi anak istri," tuturnya. "Jadi jualan bensi botolan, sama sembako, istri yang jaga warung, itu sudah setahunan," sambungnya.
Dalam sehari, ayah satu anak itu membeli pertalite dua kali, di SPBU yang berbeda dengan sekali mengisi 40 liter. "Kalau isi dua kali 80 liter sehari. Jadi, tidak tentu belinya, kalau habis, beli lagi," katanya.
Ditanya terkait dengan bagaimana mobil miliknya yang digunakan untuk mengetap tersebut terbakar, ia mengaku saat itu hendak memindahkan BBM dari tangki mobil ke jeriken dengan menggunakan selang secara manual. "Lagi mindahin (BBM) ke jiriken, pakai selang saya sedot, mesin mobil masih menyala, mungkin ada percikan (api), makanya terbakar," ujarnya.
Kemudian melihat itu, pihaknya pun langsung tancap gas, lantaran menghindari kebakaran di kawasan tempat tinggalnya itu. "Saya langsung jalan, karena di situ padat pemukiman dan warung itu juga saya sewa (kontrak)," sebutnya.
Kemudian ia mengaku langsung mencari tempat aman untuk mematikan api yang membakar mobil miliknya. "Saya pergi mau matikan apinya, bukan mau kabur," tutupnya.
Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan diduga mobil pengetap Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan durasi 45 detik dan 47 detik di group-group WhatstApp, terbakar Jumat (6/10/2023) lalu. Peristiwa itu terjadi di Jalan Ampera, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran.
Tampak dalam video amatir dari warga sekitar minibus merek Daihatsu Xenia KT 1832 PB warna merah melaju dengan kondisi belakang mobil atau dekat knalpot terbakar. Bahkan api sempat menempel di aspal, lantaran bensin yang tercecer, sehingga tersulut api.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Reskrim Kompol Rengga Puspo Saputro dikonfirmasi Minggu (8/10/2023) lalu. "Iya, pelaku berinisial RS (31) sudah kami tetapkan tersangka, dengan mengamanakan barang bukti 23 jeriken, dengan total BBM-nya itu 700 liter," sebutnya.
Ditanya bagaimana minibus tersebut bisa terbakar, Rengga menerangkan bahwa saat kejadian itu, RS baru selesai melakukan pengisian normal, sebanyak 40 liter di SPBU di kawasan Palaran.
Setelah itu bergeser ke Jalan Ampera, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, yakni warung milik pelaku (RS). "Saat itu dia selesai isi BBM jenis pertalite, saat mau memindahkan dengan cara menyedot, dari tangki BBM mobil ke jiriken. Posisinya, mesin masih menyala, sehingga menyebabkan bagian belakang sebelah kanan mobil terbakar (diatas knalpot)," pungkasnya.
Untuk barang bukti yang diamankan satu unit mobil KT 1832 PB warna merah, 19 jeriken kapasitas 35 liter terisi penuh, satu jeriken kapasitas 30 liter terisi penuh, dua jeriken kapasitas 25 liter terisi penuh, dan satu jeriken kapasitas 35 liter bekar terbakar. Dengan total keseluruhan BBM jenis Pertalite yang diamankan sebanyak 745 liter.
Editor: Maruly Zainuddin