Hal ini diungkapkan Larimo, satu dari Ketua RT di kelurahan tersebut saat diwawancara awak media usai launching Kampung Bebas Narkoba Senin (14/8/2023) hari ini.
"Daerah sini (Sungai Dama) sudah terkenal peredaran narkobanya, bahkan sampai keluar Samarinda," ungkap Larimo.
Secara terbuka Larimo juga menyebut peredaran gelap narkoba di Sungai Dama tak ada hentinya lantaran masih adanya yang mengendalikan.
"Karena kalau kami yang menindak, tentu itu mengancam keselamatan kami dan mereka juga pastinya memiliki kelompok," sebutnya.
"Peredaran itu menyebar karena ada akarnya, kalau misalnya tidak ada akar pasti tidak menyebar sementara kami disini juga ingin menyelamatkan anak-anak kami," paparnya.
Diharapkan ke depannya Sungai Dama benar-benar bebas dari narkoba. "Artinya memberantas sampai ke akar-akarnya demi menyelamatkan anak bangsa," ucap Larimo.
Menanggapi hal itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menegaskan, jika memang RT maupun warga setempat mendapati adanya penyalahgunaan narkoba di kawasan itu bisa segera melaporkan.
"Jangan pernah takut dan harus berani, karena warga tidak sendiri ada pendampingan dari Bhabinkamtibmas, Babinsa dan BNN sehingga, memang harus saling bersinergi dalam memberantas ini," kata Ary.
Polresta Samarinda juga sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Andi Harun terkait dengan pemasangan CCTV di setiap RT di kawasan Sungai Dama.
"Sehingga nantiny bisa dilakukan pemantauan bersama dan itu disetujui wali kota melalui anggaran Pro Bebaya, jadi RT silahkan koordinasi ke kelurahan. Dengan begitu bisa segera terealisasi," sebut Ary.
Editor: Aspian Nur