"Iya saya pacaran sama dia (korban), jadi melakukan karena suka sama suka," akunya.
"Kalau pacarannya sudah sebulanan," sambungnya.
Korban yang masih berstatus murid di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Samarinda itu, diakui pelaku menyukai orang yang dewasa.
"Saya tidak ada kasih apa-apa, suka sama suka, kan pacaran dan dia cerita suka sama orang dewasa. Tetapi, itu baru sekali," imbuhnya.
Ia pun mengaku awal mengenal korban itu karena indekost keduanya bersebelahan.
"Dia ngekos juga sama orangtuanya," sebut pria asal Nusa Tenggari Timur (NTT) itu saat ditemui di Mapolresta Samarinda Selasa (4/7/2023) hari ini. Dirinya merantau ke Samarinda sejak empat tahun silam, sedangkan anak dan istrinya tinggal di kampung.
"Saya kerja di pergudangan sebagai driver logistik," sebut ayah dua anak itu.
Diketahui pada Minggu (23/4/2023) lalu sekitar pukul 10.30 WITA, pelaku melakukan perbuatan persetubuhan tersebut, saat orang tua korban sedang tak berada di rumah.
Dan tempat tinggal antara pelaku dan korban ini bersebelahan, hal itu pun membuat pria itu dengan mudah melakukan perbuatan tindak asusila tersebut.
Modus pelaku sendiri sebelum melalukan perbuatannya itu, berpura-pura bertanya kepada korban, apakah dia sendirian. Mengetahui itu niat jahat pelaku muncul dan langsung menyetubuhi korban sebanyak satu kali, dengan paksa.
Terbongkarnya perbuatan pelaku setelah, orang tua korban melihat ada perubahan perilaku dari si anak.
"Ketahuannya saat orangtuanya lihat anaknya berubah, saat ditanya baru dia mengaku. Ketahuannya itu setelah sebulan," ungkap Waka Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto saat rilis Selasa (4/7/2023) hari ini.
Mengetahui itu, orang tua korban tak terima dan pada 27 Mei lalu ke Polsek Samarinda Seberang.
"Kemudian, anggota langsung melakukan penyelidikan, dengan melakukan visum dan meminta keterangan saksi-saksi," ujarnya.
Pada 8 Juni lalu pelaku berhasil diringkus di indekos temannya di kawasan Sungai Kunjang.
"Kan dia sopir logistik dan sering keluar kota dan tidak pernah pulang ke indekosnya, munkin dia curiga saat kami datangi tempat kerjanya. Jadi, setelah dapat informasi, dia ada di kos temanya, waktu itu baru pulang dari Bengalon, langsung kami amankan," tutupnya.
Editor Aspian Nur