Setelah enam hari polisi akhirnya resmi mengamankan tiga orang yang diduga melakukan hal itu yang membuat si balita tak bisa tidur dan terus mengoceh sepanjang hari.
Jumat (9/6/2023) malam lalu ketiga orang tersebut berhasil diamankan polisi di kawasan Tanah Merah, Samarinda, Utara.
Hal ini diungkapkan Kuasa Hukum dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur Dyah Lestari saat dikonfirmasi Korankaltim.com Minggu (11/6/2023) hari ini.
"Satresnarkoba Polres Samarinda Jumat malam lalu mengamankan dua orang tapi masih saksi. Dari hasil pengembangan, informasinya ada satu lagi yang diamankan, jadi total itu ada tiga orang," ungkap Dyah.
Pasca, diamankan tiga orang tersebut, Sabtu (10/6/2023) kemarin, TRC PPA mendampingi ibu balita tiga tahun tersebut untuk membuat laporan resmi di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.
"Saya hanya mendampingi ibu balita untuk membuat laporan dan BAP (Berita Acara Perkara). Kalau status tiga orang ini kami belum tahu, itu ranahnya kepolisian," sebutnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Resnarkoba Kompol Ricky Ricardo Sibarani membenarkan adanya tiga orang yang diamankan tersebut, tetapi karena tidak ada barang bukti, hanya bong botol yang digunakan untuk hisap sabu. "Barang buktinya tidak ada, itu hanya botol bekas dipakai saja," kata Ricky.
Sesuai keterangan dari pemilik bong tersebut, yang memberikan itu bukanlah dirinya melainkan sang ibu.
"Anak ini haus, pas ada botol air disitu diambilkan sama ibunya, diminumkan, yg punya mau ngomong tidak berani karena itu narkoba. Ini berdasarkan pengakuan pemilik bong tersebut, sedangkan ibunya bilang sebaliknya, jadi masih simpang siur," sebut Ricky
Disinggung soal status dari tiga orang yang diamankan, pihaknya tak mengetahui pasti, pasalnya diambil alih oleh pihak Unit PPA.
"Kalau statusnya kurang tahu saya, itu dari PPA, karena terkait dengan perlindungan anaknya," tutup Ricky.
Diberitakan sebelumnya, Selasa (6/6/2023) lalu balita tiga tahun tidak tidur tiga hari dua malam, yang diduga akibat diberikan air minum campur sabu-sabu di dalam botol.
Hal ini diketahui setelah ibu dari balita tersebut curhat ke medsos facebook, pada Rabu (7/6/2023) lalu, tentang anaknya yang tidak tidur, mengoceh tidak jelas dan banyak mengelurkan keringat di kepala.
Ini terjadi usai diberikan minuman yang diduga air sabu-sabu, oleh tetangganya dalam botol, saat berkunjung ke rumah tetangganya itu.
Editor: Aspian Nur