Pelaksanaan kegiatan itu dilaksanakan pada Rabu (31/5/2023) pada pukul 22.10 WITA hingga pukul 03.00 WITA. THM pertama yang dikunjungi yakni di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang. Yang mana sebelum dilakukan tes urine terhadap karyawan dan pengunjung, terlebih dahulu petugas memberikan sosialisasi bahaya narkoba.
Setelah itu, diambil beberapa sampel baik dari karyawan maupun pengunjung, dengan hasil, dua orang tedeteksi positif narkoba. Selanjutnya tim gabungan BNN pun kembali bergerak, kali ini menuju THM di Jalan Mulawarman, Kelurahan Bandara, Kecamatan Samarinda Kota.
Nah, dari 50 sampel yang diambil sembilan diantaranya positif narkoba dan semuanya merupakan wanita yang bekerja sebagai ladies club (LC).
Dari pantauan di lokasi, beberapa LC sempat ingin menghindari petugas, yang hendak melakukan sosialisasi dan tes urine. Dimana saat itu, mau tidak mau petugas harus mengejar beberapa LC itu, hingga ke atas balkon THM, tetapi usaha mereka (LC) gagal dan petugas langsung membawa mereka turun dan dilakukan tes urine. Hasilnya, sembilan diantaranya positif narkoba.
Dari Jalan Mulawarman, tim menuju ke Jalan Panglima Batur, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota. Di THM tersebut dari sampel yang diambil, tak satu pun yang postif alias bersih dari narkoba.
Kunjungan terakhir, tim menuju ke Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota. Yang mana satu pengunjung wanita di THM tersebut, hasil tes urinenya menunjukkan menggunakan narkoba.
Kepala BNNK Samarinda, Kombes Pol Wiwin Firta mengatakan dalam kegiatan tersebut pihaknya menurunkan 40 personel dari BNNP dan BNNK. "Kami melakukan sosialisasi terlebih dahulu, kemudian melakukan tes urine kepada karyawan dan pengunjung THM," tuturnya saat diwawancara usai kegiatan subuh tadi.
Dari 150 sampel alat tes urine kepada para pengunjung dan karyawan THM, BNN mendapati 12 orang positif menggunakan barang haram tersebut. "Hasil kegiatan kami, ada 12 orang yang positif narkoba jenis sabu dan ineks," ujarnya.
Lanjut perwira tiga melati itu, nantinya mereka yang positif narkoba diminta untuk, ke Kantor BNN guna pemeriksaan lebih lanjut. "Kami akan lihat sejauh mana pemeriksaannya, apakah mereka masuk dalam jaringan atau mereka hanya pengguna saja. Kalau pemakai ya akan dilakukan rehabilitasi," terangnya.
Ia menambahkan untuk kegiatan sosialisasi ini, diakuinya akan dilaksnanakan rutin, seminggu dua kali, tentu sasarannya seluruh THM yang ada tanpa terkecuali.
"Iya ini rutin kami lakukan, yang diharapkan nantinya bisa meminimalisir peredaran gelap narkotika. Artinya, kami disini untuk melakukan pencegahan, sebelum mereka terjerumus lebih dalam," tutupnya.
Editor: Rusdianto